Kamis 21 Sep 2023 12:02 WIB

Erdogan dan Anwar Ibrahim Kecam Bentuk Baru Rasialisme Umat Islam

Keduanya prihatin atas munculnya bentuk rasisme baru terhadap umat Islam

Rep: Zahrotul Oktaviani/ Red: Esthi Maharani
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan bertemu dengan Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim membahas soal peningkatan kekerasan terhadap muslim
Foto: AP Photo/Richard Drew
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan bertemu dengan Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim membahas soal peningkatan kekerasan terhadap muslim

REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORK -- Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan bertemu dengan Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim di Gedung Turki, di New York. Pertemuan di sela-sela Sidang Umum PBB ke-78 ini membahas hubungan bilateral dan meningkatnya kekerasan terhadap Muslim.

Dilansir di TRT World, Kamis (21/9/2023), kedua pemimpin ini mengecam keras penodaan Alquran dan wacana populis yang memicu ujaran kebencian terhadap Islam, yang terjadi beberapa waktu terakhir.

Baca Juga

Dalam pernyataan bersama yang dikeluarkan setelah pertemuan para pemimpin, mereka juga menyatakan keprihatinan atas munculnya “bentuk rasialisme baru” yang ditandai dengan xenofobia, profil negatif, serta stereotip terhadap umat Islam.

Para pemimpin mengecam dengan keras insiden baru-baru ini, berupa pembakaran salinan Alquran yang terjadi di beberapa negara Eropa dengan kedok kebebasan berekspresi. Mereka juga mengutuk wacana populis yang memicu pelecehan, ujaran kebencian, serta agresi terhadap Islam dan Muslim.

Tidak hanya itu, Presiden Erdogan dan Ibrahim juga menyatakan keprihatinan mendalam mengenai tren meningkatnya kebencian, intoleransi, serta diskriminasi dan tindakan kekerasan terhadap umat Islam dan kesucian mereka. Kondisi ini dinilai telah mencapai tingkat yang mengkhawatirkan di banyak belahan dunia, terutama di Eropa.

Mereka mengatakan menyambut baik diadopsinya Resolusi Majelis Umum 76/254 yang mendeklarasikan tanggal 15 Maret sebagai "Hari Internasional untuk Memerangi Islamofobia".

Mereka juga mengapresiasi perdebatan mendesak selama sesi ke-53 Dewan Hak Asasi Manusia PBB. Ini membahas peningkatan yang mengkhawatirkan atas tindakan kebencian agama yang terencana dan terbuka serta kerap yang diwujudkan dalam penodaan berulang terhadap Alquran.

Keduanya lantas menyebut merasa puas dengan diadopsinya resolusi Dewan Hak Asasi Manusia PBB, yang mendefinisikan pembakaran kitab suci sebagai kebencian agama.

Para pemimpin juga menyambut baik Resolusi Majelis Umum 77/318 tentang Mempromosikan Dialog Antaragama dan Antarbudaya, serta Toleransi dalam Melawan Perkataan Kebencian yang diadopsi pada 25 Juli.

Presiden Erdogan dilaporkan terus melakukan pertemuan di Gedung Turki selama kunjungannya ke New York. Seorang sumber menyebut ia juga berbicara dengan perwakilan organisasi payung Yahudi-Amerika dalam pertemuan terpisah yang diadakan secara tertutup.

Sebelumnya, pemimpin Turkiye ini juga bertemu dengan Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa dan Perdana Menteri Yunani Kyriakos Mitsotakis. 

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement