Jumat 22 Sep 2023 18:15 WIB

Yordania-Swedia Sponsori Pertemuan Dukungan untuk Pengungsi Palestina

Saat ini UNRWA memberikan pelayanan kepada lebih dari 5 juta pengungsi Palestina.

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Nidia Zuraya
Bendera Palestina yang robek berkibar di kamp pengungsi Palestina Bourj al-Barajneh, di Beirut, Lebanon, Jumat, 21 Oktober 2022.
Foto: AP Photo/Bilal Hussein
Bendera Palestina yang robek berkibar di kamp pengungsi Palestina Bourj al-Barajneh, di Beirut, Lebanon, Jumat, 21 Oktober 2022.

REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORK – Yordania dan Swedia telah menjadi tuan rumah bersama pertemuan tingkat tinggi untuk mendukung pengungsi Palestina serta Badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA). Pertemuan itu digelar di sela-sela sidang Majelis Umum PBB di New York, Amerika Serikat (AS), Kamis (21/9/2023).

Dalam pertemuan tersebut, sejumlah negara anggota PBB membuat komitmen kontribusi untuk membantu keuangan UNRWA. Sementara negara-negara lainnya menegaskan kembang dukungan politik untuk UNRWA. Mereka pun bertekad membantu mencari cara guna memecahkan krisis anggaran yang kini sedang dihadapi badan tersebut.

Baca Juga

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres turut berpartisipasi dalam pertemuan tersebut. Pada kesempatan itu, dia menyampaikan rasa bangga terhadap pekerjaan dan misi UNRWA. Sebab UNRWA menyelamatkan kehidupan jutaan pengungsi Palestina.

“Namun saya sangat khawatir dengan masa depannya. Kebutuhan terus meningkat tapi dana stagnan atau menurun. Mempertahankan UNRWA adalah kepentingan kita bersama dan tanggung jawab kolektif kita,” ucapnya, dikutip laman kantor berita Palestina, WAFA.

Sementara itu Komisaris Jenderal UNRWA Philippe Lazzarini mengungkapkan, dengan janji atau komitmen saat ini, lembaganya hanya akan mampu mempertahankan layanan intinya untuk pengungsi Palestina hingga Oktober mendatang. Lebih dari bantuan dana, Lazzarini cenderung berharap terdapat solusi politik bagi para pengungsi Palestina.

“Yang sangat dibutuhkan adalah solusi politik yang adil bagi pengungsi Palestina, yang penderitaannya masih menjadi salah satu krisis pengungsi terpanjang yang belum terselesaikan di dunia,” ujar Lazzarini dalam pertemuan.

“Meskipun kami menyambut baik janji yang dibuat pada pertemuan ini, saya mendesak para mitra kami untuk menempatkan perlindungan hak-hak pengungsi Palestina sebagai prioritas utama agenda politik mereka dan memperhatikan keberlanjutan UNRWA,” tambah Lazzarini.

UNRWA mengimbau para mitranya untuk segera menyediakan dana yang cukup baginya pekan ini. Saat ini UNRWA memberikan pelayanan dan perlindungan kepada lebih dari 5 juta pengungsi Palestina yang tersebar di Tepi Barat, Jalur Gaza, Yordania, Suriah, dan Lebanon.

Namun kini UNRWA sedang menghadapi krisis keuangan terburuk dan terancam tak bisa melanjutkan program-programnya jika tak memperoleh suntikan dana yang dibutuhkan.

Awal Juni lalu negara-negara donor UNRWA berjanji menyediakan dana sebesar 107 juta dolar AS untuk badan tersebut. Jumlah itu lebih sedikit dari yang diminta UNRWA, yakni sebesar 300 juta dolar AS. Dalam pertemuan yang digelar di Majelis Umum PBB pada 2 Juni 2023 lalu, para donor mengumumkan 812 juta dolar AS untuk UNRWA dalam bentuk komitmen. Namun hanya 107,2 juta dolar AS yang merupakan kontribusi baru. Negara-negara yang menjanjikan dana terbaru tidak diumumkan.

Dalam 10 tahun terakhir, UNRWA sudah menghadapi krisis keuangan. Namun Philippe Lazzarini mengungkapkan, krisis yang dihadapi saat ini sangat parah dan dipandang sebagai ancaman eksistensial utama UNRWA.

“Saat saya berbicara kepada Anda hari ini, saya tidak memiliki dana untuk menjaga agar sekolah, pusat kesehatan, dan layanan kami lainnya tetap berjalan hingga September,” kata Lazzarini saat berbicara dalam pertemuan di Majelis Umum PBB, 2 Juni 2023 lalu.

Dia menambahkan, kemampuan UNRWA untuk menangani krisis keuangan yang dihadapinya, perlahan tapi pasti, akan segera menemui akhir. “Situasinya bahkan lebih kritis sekarang karena beberapa donor kami yang berkomitmen telah mengindikasikan bahwa secara substansial akan mengurangi kontribusi mereka kepada UNRWA,” ujarnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement