Rabu 27 Sep 2023 08:04 WIB

Tunjukkan Solidaritas, Muslim Kanada Prihatin Atas Pembunuhan Pemimpin Sikh

Hubungan Kanada dan India renggang karena kasus pembunuhan pemimpin Sikh.

Rep: Amri Amrullah/ Red: Nidia Zuraya
Muslim Kanada
Muslim Kanada

REPUBLIKA.CO.ID, OTTAWA -- Beberapa aktivis Muslim dan penggiat hukum menyuarakan solidaritas terhadap warga keturunan India yang terbunuh, Hardeep Singh Nijjar, seorang tokoh agama Sikh di Kanada, yang membuat hubungan Ottawa dengan New Delhi memanas.

Para pendukung Muslim di Kanada telah menyatakan kemarahan dan keprihatinan mereka atas tuduhan bahwa India mungkin terlibat dalam pembunuhan pemimpin Sikh di Kanada tersebut. Komunitas ini menekankan bahwa Muslim dan Sikh Kanada telah lama saling mendukung satu sama lain.

Pekan lalu, perselisihan diplomatik meningkat antara Ottawa dan New Delhi setelah Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau mengatakan pemerintahnya sedang menyelidiki "tuduhan yang bisa dipercaya" keterlibatan agen-agen pemerintah India dalam aksi rahasia pembunuhan Hardeep Singh Nijjar.

Perselisihan ini telah membuat banyak aktivis Muslim di Kanada menyerukan lebih banyak perlindungan bagi kaum minoritas di India. Beberapa di antaranya mendesak sikap yang lebih keras atas India, yang dituduh sering mendiskriminasi Muslim di bawah kepemimpinan Perdana Menteri Narendra Modi yang beraliran Hindu garis keras.

Nijjar, seorang pemimpin Sikh terkemuka yang telah menyerukan hadirnya sebuah negara Sikh yang merdeka di India. Nijjar didapati tewas setelah ditembak secara fatal di luar kuil Sikh di provinsi British Columbia, Kanada pada bulan Juni.

"Sudah diketahui secara luas bahwa ada agen-agen pemerintah India yang beroperasi di Kanada dan menargetkan anggota komunitas diaspora," kata Stephen Brown, Kepala Kelompok Advokasi Dewan Nasional Muslim Kanada (NCCM), kepada Al Jazeera.

"Namun, sampai pada titik di mana seseorang akan dibunuh tepat di luar tempat ibadah di siang bolong, tujuannya adalah untuk mengirim pesan."

Brown menambahkan bahwa umat Muslim Kanada ingin pemerintah Trudeau "mengambil tindakan" untuk menjamin keamanan mereka. "Saya akan mengatakan bahwa ada kemarahan, tetapi ada juga kekhawatiran nyata bahwa saat ini mereka tidak aman," katanya.

India membantah tuduhan

Pemerintah India membantah tuduhan Trudeau sebagai sesuatu "tidak masuk akal." Dan India meminta Kanada untuk mengekang kegiatan individu-individu yang digambarkan sebagai "teroris". Ini mengacu pada separatis Sikh yang dianggap sebagai ancaman keamanan negara karena ingin memisahkan diri dari India.

Setelah pernyataan Trudeau, India dan Kanada saling mengusir diplomat dari negaranya masing-masing. Di tengah-tengah perselisihan tersebut, dan New Delhi menangguhkan layanan visa di Kanada karena adanya ancaman yang diklaim terhadap staf konsulernya.

India telah menuduh Nijjar "terlibat dalam terorisme" - sebuah tuduhan yang dibantah oleh rekan-rekannya, yang mengatakan bahwa klaim semacam itu merupakan bagian dari kampanye negatif dari India. Upaya menuduh terorisme ini bertujuan untuk menjelek-jelekkan kaum Sikh yang mengadvokasi sebuah negara merdeka, yang dijuluki Khalistan, di wilayah Punjab utara India.

Perjuangan separatis berubah menjadi sangat keras pada tahun 1980-an setelah Perdana Menteri India saat itu, Indira Gandhi, memerintahkan penggerebekan di sebuah kuil Sikh untuk membasmi para pemimpin gerakan Khalistan. Gandhi dibunuh pada tahun 1984 oleh dua pengawal Sikh, yang memicu kerusuhan anti-Sikh dan serangan-serangan mematikan.

Dalam sebuah pernyataan pekan lalu, kementerian luar negeri India mengatakan bahwa "tuduhan tak berdasar Kanada berusaha untuk mengalihkan fokus dari para teroris dan ekstremis Khalistan, yang telah diberi tempat berlindung di Kanada dan terus mengancam kedaulatan dan integritas teritorial India".

India telah lama menyatakan keprihatinannya terhadap kegiatan politik di komunitas Sikh Kanada. Namun Stephen Brown, mengatakan terlepas dari bagaimana pemerintah India memandang Nijjar atau aktivisme Sikh di Kanada secara umum, terpenting adalah pemimpin yang dibunuh tidak pernah menghadapi tuduhan apa pun sebagai warga negara Kanada.

 

"Pemerintah kami, anggota penegak hukum kami, tidak berpikir bahwa Nijjar adalah seorang teroris, tidak berpikir bahwa dia adalah ancaman bagi negara ini. Dan itulah satu-satunya hal yang penting," katanya kepada Al Jazeera.

Muslim India di Kanada sangat khawatir untuk....

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement