Rabu 27 Sep 2023 14:41 WIB

PBB Sebut Dialog dengan Taliban Harus Terus Dilakukan

Dialog dan keterlibatan dengan Taliban tidak berarti membenarkan kebijakan mereka

 Taliban berjaga di luar Universitas Kabul di Kabul, Afghanistan. Utusan Khusus PBB untuk Afghanistan Roza Otunbayeva mengatakan dialog dengan Taliban perlu terus dilakukan
Foto: EPA-EFE/STRINGER
Taliban berjaga di luar Universitas Kabul di Kabul, Afghanistan. Utusan Khusus PBB untuk Afghanistan Roza Otunbayeva mengatakan dialog dengan Taliban perlu terus dilakukan

REPUBLIKA.CO.ID, TORONTO - Utusan Khusus PBB untuk Afghanistan Roza Otunbayeva pada Selasa (26/9/2023) mengatakan dialog dan keterlibatan dengan pemerintahan Taliban tidak berarti membenarkan kebijakan-kebijakan mereka.

"Sebaliknya, dialog dan keterlibatan (dengan Taliban) adalah cara kami dalam upaya mengubah kebijakan-kebijakan ini," kata Otunbayeva sambil menegaskan bahwa Misi Bantuan Afghanistan PBB menganggap bahwa keduanya perlu dilakukan untuk memastikan perubahan.

Baca Juga

Penegasan itu disampaikan Otunbayeva pada sidang pembahasan isu Afghanistan yang digelar di Dewan Keamanan PBB. Otunbayeva berpendapat bahwa kurangnya kepercayaan antar pihak terkait terus memunculkan masalah. Namun, katanya, terlepas dari isu tersebut, mereka masih melakukan berbagai upaya untuk memastikan pintu dialog terbuka dan mengarah pada perubahan.

Afghanistan, yang masyarakatnya sangat bergantung pada pertanian, sangat terdampak oleh kekeringan akibat perubahan iklim, katanya. Otunbayeva juga mendesak negara-negara anggota PBB agar mendukung rencana bantuan Afghanistan.

Menurutnya, banyak bantuan kemanusiaan yang sudah dihentikan lantaran dana yang tidak mencukupi dan harus dilakukan penambahan bantuan secepatnya, terutama saat menjelang musim dingin.

sumber : Antara

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement