Sabtu 14 Oct 2023 13:20 WIB

Menlu Retno: Cegah Bencana Kemanusiaan di Palestina Prioritas Mendesak

Retno berbicara dengan Arab Saudi, UEA, Mesir dan Palestina tentang kondisi di Gaza.

Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi (tengah) menyampaikan pidato pembukaannya pada Pertemuan Tingkat Menteri Forum Kepulauan dan Negara Kepulauan (AIS) ke-5 di Bali, 10 Oktober 2023.
Foto: EPA-EFE/MADE NAGI
Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi (tengah) menyampaikan pidato pembukaannya pada Pertemuan Tingkat Menteri Forum Kepulauan dan Negara Kepulauan (AIS) ke-5 di Bali, 10 Oktober 2023.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan mengakhiri siklus kekerasan, melindungi warga sipil dan mencegah bencana kemanusiaan yang lebih parah di Palestina adalah prioritas yang mendesak.

Hal ini disampaikan Menlu Marsudi dalam pembicaraan melalui sambungan telepon dengan Menteri Luar Negeri Arab Saudi Faisal bin Farhan Al Saud, Menlu Uni Emirat Arab Abdullah Bin Zayed Al Nahyan, Menlu Mesir Sameh Shoukry dan Menlu Palestina Riyad Al-Maliki.

Baca Juga

"Saya berbicara dengan Menlu Arab Saudi, UEA, Mesir dan Palestina mengenai situasi yang mengkhawatirkan di Gaza," cicit Marsudi pada platform X, Sabtu (14/10/2023).

Selain itu, Marsudi juga membahas masalah Palestina dalam pertemuan bilateral di Jakarta dengan Menlu Brasil Mauro Vieira yang juga menjabat sebagai Presiden Dewan Keamanan PBB pada Oktober. Konflik Palestina-Israel memanas sejak Sabtu lalu ketika Hamas mulai melakukan Operasi Badai Al Aqsa, yakni serangan mendadak dari segala penjuru termasuk serentetan peluncuran roket dan penyusupan ke Israel lewat jalur darat, laut dan udara.

Hamas mengungkapkan operasi tersebut sebagai balasan atas penyerbuan terhadap Masjid Al Aqsa di wilayah Yerusalem Timur yang diduduki dan peningkatan kekerasan oleh pemukim Israel terhadap warga Palestina. Militer Israel kemudian melancarkan Operasi Pedang Besi untuk menargetkan Hamas di Jalur Gaza.

Aksi balasan Israel kemudian meluas hingga memutus pasokan air dan listrik ke Jalur Gaza sehingga memperparah kondisi kehidupan di wilayah yang terkepung sejak 2007 tersebut.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement