Rabu 18 Oct 2023 05:45 WIB

PM Malaysia Bertekad Himpun Dana Kemanusiaan Rp 332,28 Miliar untuk Masyarakat Gaza

Anwar sudah menyuarakan dukungan teguhnya terhadap Palestina.

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Nidia Zuraya
Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim bertekad menghimpun dana sebesar 100 juta ringgit atau setara Rp332,28 miliar untuk disalurkan sebagai bantuan kemanusiaan kepada masyarakat Palestina di Gaza.
Foto: EPA-EFE/MAST IRHAM
Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim bertekad menghimpun dana sebesar 100 juta ringgit atau setara Rp332,28 miliar untuk disalurkan sebagai bantuan kemanusiaan kepada masyarakat Palestina di Gaza.

REPUBLIKA.CO.ID, KUALA LUMPUR – Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim bertekad menghimpun dana 100 juta ringgit atau setara Rp 332,28 miliar untuk disalurkan sebagai bantuan kemanusiaan kepada masyarakat Palestina di Jalur Gaza. Sejak pecahnya pertempuran terbaru antara Israel dan Hamas, Anwar sudah menyuarakan dukungan teguhnya terhadap Palestina.

“Tekanan hebat daripada rezim Israel bukanlah suatu perkara mudah bagi rakyat Palestina yang terpaksa menanggung beban susulan pergolakan yang berlaku. Justeru, kerjaan (Malaysia) dengan kerja sama pihak swasta akan mengumpulkan bantuan kemanusiaan bernilai RM100 juta untuk disalurkan khusus kepada tabung kemanusiaan dan perubatan untuk rakyat Gaza,” tulis Anwar lewat akun X resminya, Senin (16/10/2023).

Baca Juga

“Bantuan kemanusiaan harus segera digerakkan dan saya seru kepada negara terkait agar tidak terus bersikap hipokrit dalam mengulurkan bantuan sewajarnya,” tambah Anwar.

Lewat akun X resminya pada Selasa (17/10/2023), Anwar juga menyampaikan bahwa dia telah melakukan percakapan telepon dengan Kepala Biro Politik Hamas Ismail Haniyeh. Dalam perbincangan itu, Anwar menyampaikan dukungan tegas Malaysia terhadap Palestina.

“Saya melakukan percakapan telepon dengan Kepala Biro Politik Hamas Ismail Haniyeh kemarin untuk menyatakan dukungan teguh Malaysia terhadap rakyat Palestina,” ungkap Anwar.

Anwar menambahkan, mengingat situasi yang mengerikan di Jalur Gaza, dia sangat menganjurkan penghentian segera pemboman dan pembentukan koridor kemanusiaan di Rafah.

“Penting juga bagi Israel untuk meninggalkan komitmen mereka terhadap politik perampasan, segera melakukan gencatan senjata dengan Hamas dan benar-benar mengupayakan resolusi damai untuk mengakhiri konflik yang sedang berlangsung,” ucapnya.

Dia menekankan, sangat penting memprioritaskan kesejahteraan dan keselamatan semua individu yang terkena dampak krisis akibat pertempuran Israel dengan Hamas. “Dalam semangat ini, kami berkomitmen untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan, khususnya dalam bentuk makanan dan obat-obatan untuk meringankan penderitaan mereka yang membutuhkan,” ujar Anwar.

Pada Senin lalu, Anwar juga sempat menyampaikan, Malaysia tidak akan tunduk pada tekanan Barat yang mendesak agar kecaman dilayangkan terhadap Hamas. Dia mengklaim, negara Barat dan Eropa telah berulang kali meminta Malaysia untuk mengecam Hamas.

“Saya katakan bahwa kami, secara kebijakan, memiliki hubungan dengan Hamas dari sebelumnya dan ini akan terus berlanjut. Oleh karena itu kami tidak setuju dengan sikap mereka yang menekan, karena Hamas juga menang di Gaza dengan bebas melalui pemilu dan warga Gaza memilih mereka untuk memimpin,” kata Anwar. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement