Sabtu 21 Oct 2023 06:15 WIB

Menlu RI: ASEAN dan Dewan Kerja Sama Teluk Dukung Solusi Damai Bagi Palestina

Para pemimpin ASEAN dan GCC mengutuk semua serangan terhadap warga sipil.

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Nidia Zuraya
Menteri Luar Negeri RI Retno Lestari Priansari Marsudi.
Foto: AP Photo/Mary Altaffer
Menteri Luar Negeri RI Retno Lestari Priansari Marsudi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Indonesia dan Arab Saudi telah menjadi ketua bersama KTT ASEAN-GCC (Dewan Kerja Sama Teluk) pertama yang digelar di Riyadh, Jumat (20/10/2023). Dalam pernyataan bersama Menteri Luar Negeri (Menlu) Arab Saudi Pangeran Faisal bin Farhan Al Saud, Menlu RI Retno Marsudi menyampaikan tiga poin, salah satunya terkait perkembangan situasi di Palestina.

Retno mengungkapkan, semua anggota GCC, yakni Saudi, Bahrain, Kuwait, Oman, Qatar, dan Uni Emirat Arab (UEA) telah mengaksesi Treaty of Amity and Cooperation in Southeast Asia (TAC). Menurutnya, hal itu menunjukkan komitmen kuat GCC dalam mendukung pemeliharaan perdamaian dan stabilitas di kawasan Indo-Pasifik.

Baca Juga

“Begitu pula sebaliknya, ASEAN juga berkomitmen mendukung terpeliharanya perdamaian dan stabilitas di Timur Tengah. Para pemimpin ASEAN dan GCC mempunyai keprihatinan yang sama atas perkembangan terkini di Palestina,” kata Retno dalam pernyataannya, seperti dikutip dalam keterangan pers yang dirilis Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI.

Retno kemudian menyampaikan bahwa Presiden Joko Widodo sudah mengutarakan seruannya agar kekerasan yang saat ini sedang berlangsung antara Israel dan Palestina segera dihentikan. Jokowi, tambah Retno, juga menekankan pentingnya mengatasi akar permasalahan, yaitu pendudukan ilegal Israel terhadap Palestina.

“ASEAN dan GCC juga berdiri kokoh dalam mendukung solusi damai bagi Palestina. Posisi ini tercermin dalam GCC-ASEAN Statement on Developments in Gaza,” ujar Menlu Retno.

Dia menambahkan, para menlu ASEAN juga sudah merilis pernyataan bersama mengenai peningkatan kekerasan di Timur Tengah. Pernyataan itu berisi desakan diakhirinya kekerasan, menciptakan koridor kemanusiaan, menyatakan dukungan ASEAN terhadap solusi dua negara Israel-Palestina, dan menyerukan perlindungan serta keselamatan semua warga ASEAN.

Dalam pernyataan bersama yang dirilis setelah KTT, para pemimpin ASEAN dan GCC menyuarakan keprihatinan bersama atas meningkatnya kekerasan di Jalur Gaza. Mereka mengutuk semua serangan terhadap warga sipil.

Para pemimpin ASEAN dan GCC menyuarakan pentingnya menyediakan akses terhadap kemanusiaan dan kebutuhan dasar lainnya ke Jalur Gaza. Mereka pun menyerukan dipulihkannya suplai air, listrik, dan bahan bakar minyak ke wilayah yang diblokade sejak 2007 tersebut.

Hingga berita ini ditulis, agresi udara Israel ke Jalur Gaza yang dimulai pada 7 Oktober 2023 lalu telah menyebabkan lebih dari 4.000 warga Palestina terbunuh. Serangan udara Israel yang intens juga mengakibatkan lebih dari 1 juta warga Gaza terlantar dan mengungsi. Kondisi di Jalur Gaza semakin memburuk karena konvoi bantuan kemanusiaan masih tak diizinkan memasuki wilayah tersebut.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement