Rabu 01 Nov 2023 06:55 WIB

Muslim AS Ancam Golput Jika Biden Hanya Diam Soal Genosida Gaza

Muslim AS akan memobilisasi komunitas untuk tidak memberikan suara pada Biden

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Esthi Maharani
Muslim AS akan memobilisasi jutaan pemilih untuk tak memberikan suara pada Joe Biden dalam Pilpres 2024
Foto: VOA
Muslim AS akan memobilisasi jutaan pemilih untuk tak memberikan suara pada Joe Biden dalam Pilpres 2024

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Muslim Amerika dan beberapa aktivis Partai Demokrat mengatakan, mereka akan berupaya memobilisasi jutaan pemilih Muslim untuk menahan sumbangan dan memberikan suara kepada Presiden Joe Biden dalam pemilihan presiden 2024. Kecuali Biden mengambil langkah segera untuk menjamin gencatan senjata di Gaza.

Dewan Nasional Demokrat Muslim, yang beranggotakan para pemimpin Partai Demokrat dari negara-negara bagian yang kemungkinan akan menentukan pemilu, seperti Michigan, Ohio, dan Pennsylvania, meminta Biden untuk menengahi gencatan senjata. Dalam surat terbuka bertajuk “Ultimatum Gencatan Senjata 2023,” para pemimpin Muslim berjanji memobilisasi pemilih Muslim untuk menahan dukungan atau suara bagi kandidat mana pun yang mendukung serangan Israel terhadap rakyat Palestina.

Baca Juga

“Dukungan tanpa syarat dari pemerintahan Anda, yang mencakup pendanaan dan persenjataan, telah memainkan peran penting dalam melanggengkan kekerasan yang menyebabkan korban sipil dan telah mengikis kepercayaan pada pemilih yang sebelumnya menaruh kepercayaan mereka pada Anda,” ujar  dewan tersebut dalam suratnya.

Direktur Eksekutif Dewan Hubungan Amerika-Islam (CAIR) Sacramento Valley, Basim Elkarra mengatakan, suara Muslim bisa menjadi sangat penting bagi Biden dalam upayanya mencalonkan diri untuk masa jabatan kedua pada 2024. Elkarra mengatakan, 16 suara elektoral Michigan dimenangkan dengan selisih tipis 2,6 persen pada pemilu 2020.

Muslim Amerika di Minnesota pekan lalu mengeluarkan ultimatum serupa. Mereka merencanakan protes pada Rabu (1/11/2023) ketika presiden mengunjungi negara bagian mereka.

Pada Kamis (26/10/2023), Biden menggelar  dengan sejumlah pemimpin Muslim. Seorang pejabat Gedung Putih mengatakan, para pejabat pemerintah terus bertemu dengan anggota komunitas Arab dan Muslim yang prihatin dengan cara Biden menangani krisis kemanusiaan di Gaza.

Biden telah menunjuk lebih banyak orang Arab-Amerika dan Muslim untuk menduduki jabatan politik dibandingkan pendahulunya, termasuk dua hakim federal Muslim pertama. Direktur Eksekutif CAIR di Minnesota, Jaylani Hussein mengatakan, para pemimpin Muslim Amerika di negara-negara bagian penting bagi Biden dalam pemilu 2024 akan mengajukan tuntutan serupa.

“Kami memperkirakan Wisconsin, Ohio dan negara bagian lain akan melakukan hal yang sama minggu ini,” kata Hussein.

Hussein mengatakan, dia tidak punya pilihan selain memilih menentang Biden pada 2024 kecuali dia menyerukan agar pertempuran dihentikan.  Hussein mengatakan, dia berbicara sebagai individu, bukan atas nama CAIR. Menurut Hussein, 70 persen Muslim Amerika mendukung Biden pada pemilu 2020.

Para pemimpin komunitas Muslim Amerika di Michigan, Ohio dan Wisconsin tidak segera menanggapi permintaan komentar. Sementara Direktur eksekutif CAIR di Philadelphia, Ahmet Tekelioglu mengatakan, Muslim Amerika di negara bagian tersebut juga menyerukan gencatan senjata secepatnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement