Jumat 03 Nov 2023 00:29 WIB

Susul Bolivia, Bahrain Usir Dubes dan Memutuskan Hubungan Ekonomi dengan Israel

Bahrain telah memanggil duta besarnya untuk pulang dari Israel.

Rep: Mabruroh/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah
Militer Israel melakukan operasi darat di Jalur Gaza pada Kamis, (2/11/2023).
Foto: AP
Militer Israel melakukan operasi darat di Jalur Gaza pada Kamis, (2/11/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, RIYADH — Anggota Parlemen Bahrain pada Kamis (2/11/2023) mengumumkan telah menarik duta besarnya untuk Israel dan menangguhkan hubungan ekonomi dengan Tel Aviv. Pernyataan tersebut diterbitkan di situs web parlemen Bahrain.

Situs tersebut juga mengonfirmasi bahwa duta besar Israel telah meninggalkan Bahrain, sementara Bahrain memanggil kembali duta besarnya dari Israel dan memutuskan untuk menangguhkan semua hubungan ekonomi dengan Israel.

Itu menambahkan bahwa keputusannya untuk menarik utusannya dan menangguhkan hubungan ekonomi didasarkan pada sikap kuat dan historis kerajaan yang mendukung tujuan Palestina dan hak-hak sah rakyat Palestina.

Dilansir dari Arab News, Kamis (2/11/2023), Kementerian Luar Negeri Bahrain belum mengeluarkan pernyataan, tetapi kabar ini telah dilaporkan secara luas oleh beberapa kantor berita, termasuk yang Israel.

Pada September 2020, Bahrain menandatangani Perjanjian Abraham dengan Israel dan UEA di AS, dengan tuan rumah mereka saat itu Presiden Donald Trump. Sebelumnya, Pemerintah Bolivia dengan tegas memutuskan hubungan diplomatik dengan Israel, karena menganggap Israel telah melakukan kejahatan kemanusiaan yang tak terbantahkan terhadap rakyat Palestina.

Israel yang tidak menerima keputusan Bolivia, mengecam, dan menuduh Bolivia bersekutu dengan teroris.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement