Sabtu 11 Nov 2023 08:38 WIB

Presiden Kolombia Ancam akan Seret Israel ke ICC terkait Konflik di Gaza

Gustavo Petro sebut Kolombia bantu Aljazair laporkan Netanyahu atas kejahatan di Gaza

Rep: Amri Amrullah/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah
Presiden Kolombia Gustavo Petro. Gustavo Petro mengatakan pada hari Jumat (10/11/2023), bahwa tim hukum pemerintahannya sedang mempersiapkan tuntutan hukum untuk diajukan ke pengadilan internasional
Foto: AP
Presiden Kolombia Gustavo Petro. Gustavo Petro mengatakan pada hari Jumat (10/11/2023), bahwa tim hukum pemerintahannya sedang mempersiapkan tuntutan hukum untuk diajukan ke pengadilan internasional

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOTA -- Presiden Kolombia Gustavo Petro mengatakan pada hari Jumat (10/11/2023), bahwa tim hukum pemerintahannya sedang mempersiapkan tuntutan hukum untuk diajukan ke semua pengadilan internasional terhadap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

Ini bukan pertama kalinya Petro mengancam akan menuntut Israel sejak konflik dimulai di Gaza. Petro telah mengumumkan bahwa "Kolombia akan membantu" pengaduan yang akan diajukan Aljazair ke Mahkamah Pidana Internasional 'atas kejahatan perang yang dilakukan oleh Benjamin Netanyahu,' dalam kerangka perang dengan kelompok Islam Hamas.

"Menteri Luar Negeri Kolombia akan bertemu besok dengan jaksa penuntut Mahkamah Pidana Internasional," kata Petro dalam sebuah pesan yang diterbitkan di X pada hari Kamis (9/11/2023).

Presiden Aljazair, Abdelmadjid Tebboune telah meminta para pembela hak asasi manusia untuk menyeret Israel ke Mahkamah Pidana Internasional atas "kejahatan yang dilakukannya terhadap warga Palestina di Gaza".

"Saya mendesak semua orang bebas di dunia, para ahli hukum Arab dan organisasi dan lembaga hak asasi manusia untuk mengajukan pengaduan ke Mahkamah Pidana Internasional dan organisasi hak asasi manusia internasional terhadap entitas Israel, untuk mengakhiri kekebalan hukum selama puluhan tahun atas kejahatan yang dilakukan terhadap warga Palestina," kata Tebboune.

Presiden Kolombia telah mengutuk serangan Israel ke Gaza melalui media sosial dan pidatonya, dan bahkan mengancam akan menangguhkan hubungan dengan negara tersebut. 

Israel telah melancarkan serangan udara dan darat tanpa henti di Jalur Gaza sejak serangan lintas batas oleh kelompok perlawanan Palestina Hamas pada 7 Oktober. Sedikitnya 11.078 warga Palestina telah syahid, termasuk 4.506 anak-anak dan 3.027 wanita. Sementara itu, jumlah orang yang mati terbunuh dari pihak Israel hampir mencapai 1.600 orang, menurut angka resmi, militer Israel.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement