Kamis 23 Nov 2023 06:31 WIB

Tentara Israel Halangi Ambulans Mengevakuasi Pasien di RS Al-Shifa

Lebih dari 100 jenazah warga Palestina yang dibunuh pasukan Israel dikuburkan massal.

Seorang warga Palestina yang terluka dibawa ke ambulans setelah serangan Israel. ilustrasi
Foto: AP Photo/Hatem Moussa
Seorang warga Palestina yang terluka dibawa ke ambulans setelah serangan Israel. ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, GAZA -- Bulan Sabit Merah Palestina (PRCS) melaporkan bahwa ambulans yang berupaya mengevakuasi pasien dari Rumah Sakit al-Shifa di Gaza utara pada Rabu (23/11/2023) dini hari, masih terdampar di pos pemeriksaan yang memisahkan Gaza utara dengan wilayah selatan.

Menurut PRCS, selama lebih dari lima jam konvoi ambulans yang membawa korban luka dan pasien tersebut berada di pos pemeriksaan militer Israel.

Baca Juga

"Pasukan Israel menghalangi jalannya ambulans, melakukan inspeksi menyeluruh terhadap ambulans, sehingga membahayakan nyawa orang yang terluka dan pasien," tulis PRCS di platform media sosial X @PalestineRCS, Rabu (23/11/2023).

Sementara itu, jenazah warga Palestina yang sebelumnya ditahan di Rumah Sakit al-Shifa oleh pasukan Israel akhirnya dimakamkan di Khan Younis, di selatan Gaza. Lebih dari 100 jenazah warga Palestina yang dikuburkan secara massal di Khan Younis.

 

Prosesi penguburan ratusan jenazah ini hanya dihadiri oleh beberapa petugas medis. "Benar-benar memilukan. Ini adalah sebuah bencana," tulis akun @lemapal.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement