Jumat 24 Nov 2023 06:43 WIB

Keterlibatan Reuben Efron, Agen CIA Keturunan Yahudi dalam Pembunuhan John F. Kennedy

Reuben Efron adalah seorang imigran Yahudi dari Lituania.

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Esthi Maharani
Presiden AS John F Kennedy ketika berada di Dallas, Texas
Foto: VOA
Presiden AS John F Kennedy ketika berada di Dallas, Texas

REPUBLIKA.CO.ID, Dalang kasus pembunuhan Presiden Amerika Serikat (AS) John F. Kennedy (JFK) yang terjadi pada 22 November 1963 atau 60 tahun silam masih buram. Namun, Pemerintah AS telah secara berangsur membuka dokumen-dokumen rahasia terkait kasus tersebut. 

Pada Juli 2023, AS kembali melakukan deklasifikasi dokumen terkait kasus pembunuhan JFK. Salah satu fakta baru yang tersaji adalah keterlibatan Reuben Efron. Dia merupakan seorang screener (penyaring) dari Badan Intelijen AS atau CIA.  

Dalam dokumen terbaru yang dirilis, terungkap bahwa Efron sempat menyadap surat-surat milik Lee Harvey Oswald, yakni pelaku penembakan terhadap JFK. Oswald adalah mantan anggota Marinir AS yang dituduh menganut Marxisme dan membelot kepada Uni Soviet. 

Namun, penyadapan surat-surat milik Oswald oleh Efron terjadi berbulan-bulan sebelum peristiwa penembakan terhadap JFK terjadi. Hal itu menimbulkan pertanyaan dan misteri baru tentang cerita di balik kematian JFK. 

"Petunjuk menggiurkan untuk mengungkap konspirasi rumit yang coba ditutup-tutupi oleh pemerintah selama beberapa dekade? Bukti tambahan bahwa CIA mengetahui lebih banyak tentang Oswald daripada yang diketahui sebelumnya? Atau ada detail kecil yang dirahasiakan selama ini karena adanya tuntutan birokrasi yang tidak relevan dengan pertanyaan apakah Oswald adalah satu-satunya pria bersenjata pada hari nahas itu?" tulis New York Times dalam laporannya. 

Jeferson Morley, penulis berbagai buku tentang CIA dan Kennedy turut menyoroti fakta baru yang terungkap dalam dokumen pembunuhan JFK. "Memo tersebut menunjukkan bahwa perwira tinggi CIA tertarik pada detail terkecil kehidupan Oswald, 17 bulan sebelum Kennedy terbunuh," tulis Morley pada laman blog-nya "JFK Facts". 

"Jika Oswald adalah 'satu-satunya pria bersenjata', seperti yang diyakini oleh sebagian besar warga Amerika, maka agen klandestin memiliki lebih banyak akses terhadap informasi pribadinya (Oswald) daripada yang diketahui sebagian besar orang," kata Morley. 

Oswald diketahui tewas dua hari pasca terbunuhnya JFK. Dia ditembak ketika hendak dipindahkan dari penjara kota ke penjara daerah di markas besar Kepolisian Dallas. Pelaku penembakan adalah Jack Ruby, seorang pemilik klub malam. 

Siapa Reuben Efron?

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement