Jumat 24 Nov 2023 10:27 WIB

Organisasi HAM Eropa Desak PBB Tetapkan Israel Lakukan Genosida di Gaza

Organisasi HAM Eropa menulis surat terbuka kepada Sekjen PBB Antonio Guterres.

Rep: Amri Amrullah/ Red: Nidia Zuraya
Warga Palestina menyaksikan kehancuran akibat bombardir Israel di Jalur Gaza, Palestina, di Deir al Balah, Rabu (22/11/2023).
Foto: AP Photo/Hatem Moussa
Warga Palestina menyaksikan kehancuran akibat bombardir Israel di Jalur Gaza, Palestina, di Deir al Balah, Rabu (22/11/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, JENEWA --- Organisasi pemantau Hak Asasi Manusia Eropa, Euro-Med, telah meminta Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), untuk secara resmi mengakui serangan Israel ke Gaza sebagai genosida. Ini disampaikan lembaga hak asasi manusia itu dalam sebuah surat terbuka pada hari Rabu (22/11/2023).

Menurut organisasi ini, anak-anak mewakili hampir setengah dari seluruh populasi Gaza, banyak dari mereka yang berjuang melawan depresi dan gangguan stres pascatrauma perang dan gempuran rudal Israel.

Baca Juga

Surat terbuka itu ditujukan kepada Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres, yang mencatat bahwa "niat genosida Israel telah didokumentasikan dengan baik." Bahkan dalam pernyataan para pejabat Israel dan juga pernyataan-pernyataan yang dibuat oleh para jurnalis dan pasukan pendudukan. Seperti wartawan BBC yang menuduh penyiar televisinya bias dalam liputan Israel-Gaza.

"Beberapa lagu pop Israel baru-baru ini dirilis yang secara eksplisit menyerukan genosida, yang semakin menormalkan pergeseran budaya yang berbahaya di antara sebagian besar penduduk Israel," kata laporan itu.

Surat itu datang lebih dari sebulan sejak Israel melancarkan perang mematikan di Jalur Gaza pada 7 Oktober lalu, merenggut lebih dari 14.500 nyawa warga Palestina, termasuk lebih dari 5.840 anak-anak.

Namun, Euro-Med memperkirakan bahwa 17.144 warga Palestina, termasuk 7.208 anak-anak, telah gugur di Gaza dan lebih dari 33.830 orang lainnya terluka. Jumlah keseluruhan masih diperdebatkan karena banyak warga Palestina yang masih terjebak di bawah reruntuhan.

Euro-Med menguraikan definisi PBB tentang "genosida", yang mengacu pada "tindakan yang dilakukan dengan maksud untuk menghancurkan, baik secara keseluruhan maupun sebagian, suatu kelompok bangsa, etnis, ras, atau agama".

"Peristiwa-peristiwa yang terjadi di Gaza sesuai dengan kriteria yang diuraikan dalam Konvensi dan mengindikasikan adanya kebutuhan mendesak bagi komunitas internasional untuk segera mengatasi krisis ini," surat tersebut menekankan.

Surat itu menambahkan bahwa "Jalur Gaza sedang menyaksikan genosida yang sedang berlangsung, sebuah kesimpulan yang ditegaskan oleh puluhan pelapor khusus PBB dalam sebuah pernyataan tertanggal 16 November 2023."

Pasukan pendudukan Israel (IOF) telah meratakan seluruh lingkungan di Gaza dan secara paksa memindahkan ratusan orang ke selatan Jalur Gaza. Badan yang berbasis di Jenewa tersebut mengatakan bahwa Israel telah menghancurkan 56.450 unit rumah di Jalur Gaza dan merusak sebagian dari 162.950 unit rumah lainnya.

'Pekerjaan kami belum selesai': Juru runding utama Qatar menyebutkan 'tujuan yang lebih besar' dalam perundingan Gaza

"Ini berarti bahwa lebih dari 45 persen dari total unit rumah di Jalur Gaza saat ini tidak layak huni, yang mengakibatkan satu juta orang Palestina yang saat ini tidak memiliki tempat tinggal," katanya.

Tindakan Israel di lapangan di Gaza sejalan dengan setidaknya dua kriteria di bawah Pasal II Konvensi Pencegahan dan Penghukuman Kejahatan Genosida, kata Euro-Med.

"Yang pertama adalah menyebabkan kerugian fisik atau mental yang serius terhadap anggota kelompok" dan yang kedua adalah "dengan sengaja menimbulkan kondisi kehidupan kelompok yang diperhitungkan akan mengakibatkan kehancuran fisik secara keseluruhan atau sebagian".

Anak-anak mewakili hampir setengah dari seluruh populasi Gaza, banyak di antaranya yang berjuang melawan depresi dan gangguan stres pascatrauma (PTSD). Bahkan sebelum agresi Israel, 91 persen anak-anak Gaza telah menunjukkan gejala PTSD, dan 71 persen menunjukkan tanda-tanda depresi, kata Euro-Med.

"Genosida Israel akan menyebabkan kerugian psikologis yang sangat besar bagi penduduk Gaza yang masih hidup, terutama anak-anak yang mengalami trauma. Trauma ini merupakan akibat langsung dari pemboman yang belum pernah terjadi sebelumnya, sewenang-wenang, dan tidak proporsional serta pemusnahan seluruh lingkungan," demikian pernyataan Euro-Med.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement