Jumat 24 Nov 2023 14:35 WIB

Israel: Direktur RS Al-Shifa Ditangkap untuk Diinterogasi Soal Aktivitas Hamas

Israel menahan Direktur RS Al Shifa untuk diinterogasi

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Esthi Maharani
Pasukan Pertahanan Israel (IDF) telah mengonfirmasi penangkapan Direktur Rumah Sakit (RS) Al-Shifa dr Muhammad Abu Salmiyah.
Foto: VOA
Pasukan Pertahanan Israel (IDF) telah mengonfirmasi penangkapan Direktur Rumah Sakit (RS) Al-Shifa dr Muhammad Abu Salmiyah.

REPUBLIKA.CO.ID, TEL AVIV – Pasukan Pertahanan Israel (IDF) telah mengonfirmasi penangkapan Direktur Rumah Sakit (RS) Al-Shifa dr Muhammad Abu Salmiyah. IDF mengatakan, dia ditahan untuk diinterogasi soal dugaan aktivitas Hamas di RS yang dipimpinnya.

“Di RS, di bawah manajemennya, terdapat aktivitas teroris Hamas yang ekstensif,” kata IDF dalam sebuah pernyataan, Kamis (23/11/2023), dikutip laman Al Arabiya.

Baca Juga

IDF bersikeras menyebut Hamas telah membangun jaringan infrastruktur militer dan menyimpan senjata di dalam RS Al-Shifa serta area pekarangannya. Padahal, tidak ada satu pun bukti yang mendukung klaim IDF. Video-video yang dirilis Israel pun ketahuan telah dimanipulasi bahkan tak masuk akal. Misalnya soal senjata yang ditemukan di ruang MRI. Ada pula kardus yang diyakini dibawa Israel dalam bentuk 'pasokan medis' tetapi diklaim berisi peralatan Hamas. 

Yang cukup mengejutkan, terowongan di bawah RS Al Shifa ternyata dibangun oleh orang Israel sendiri. Mantan perdana menteri Israel Ehud Barak mengatakan bahwa terowongan yang ada kompleks Al-Shifa dibangun oleh negaranya ketika masih menduduki Gaza. Hal itu diungkap Barak dalam wawancara dengan Christiane Amanpour dari CNN pekan ini.

“Ketika Anda mengatakan bahwa bunker itu dibangun oleh para insinyur Israel, apakah Anda salah bicara?” tanya Amanpour. Barak kemudian menjawab bahwa yang disampaikannya tidak salah bicara. “Tidak, Anda tahu beberapa dekade yang lalu, kami mengelola tempat ini. Jadi kami membantu mereka membangun bunker ini untuk memberikan lebih banyak ruang untuk operasional RS,” ujar Barak

RS tersebut telah diduduki pasukan Israel sejak 15 November 2023 lalu karena diyakini memiliki fasilitas bawah tanah yang menjadi markas komando Hamas.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement