Rabu 29 Nov 2023 07:16 WIB

Pasukan Israel Blokade 3 Rumah Sakit di Tepi Barat

Militer Israel mengerahkan lebih dari 50 tank dan empat buldoser ke kamp Jenin.

File - Warga Palestina memeriksa kerusakan di sebuah area menyusul penggerebekan Israel di kamp pengungsi Jenin, di kota Jenin, Tepi Barat, 03 November 2023.
Foto: EPA-EFE/ALAA BADARNEH
File - Warga Palestina memeriksa kerusakan di sebuah area menyusul penggerebekan Israel di kamp pengungsi Jenin, di kota Jenin, Tepi Barat, 03 November 2023.

REPUBLIKA.CO.ID, TEPI BARAT -- Pasukan Israel memblokir pintu masuk ke rumah sakit Khalil Suliman dan Ibnu Sina, dan semakin dekat ke Rumah Sakit al-Razi, menurut laporan kantor berita Aljazirah, Selasa (28/11/2023). Ketiga rumah sakit ini adalah rumah sakit utama di Jenin, di wilayah Tepi Barat yang diduduki.

Selama setahun terakhir Jenin telah menjadi pusat perlawanan rakyat Palestina terhadap berlanjutnya pendudukan Israel. Selain memblokir sejumlah rumah sakit, pada Selasa (28/11/2023) malam pasukan Israel menyerbu lingkungan yang berdekatan dengan kamp pengungsi Jenin.

Baca Juga

Militer Israel mengerahkan lebih dari 50 kendaraan lapis baja dan empat buldoser ke lingkungan di sekitar kamp pengungsi Jenin. Penduduk setempat mengatakan kepada Aljazirah bahwa mereka telah melihat puluhan tentara berjalan kaki, pemandangan langka di daerah tersebut, yang telah sering dilihat. 

Setidaknya lima warga Palestina terluka dalam serangan terbaru Israel yang sedang berlangsung di kamp pengungsi di Tepi Barat yang diduduki.

Sementara itu Bulan Sabit Merah Palestina (PRCS) mengatakan pasukan Israel menangkap orang yang terluka yang sedang berada di dalam ambulans milik PRCS. Saat kejadian, ambulans tersebut berada di pintu masuk rumah sakit di Jenin.

Aljazirah melaporkan, penangkapan tersebut terjadi tak lama setelah PRCS mengatakan bahwa ambulansnya, yang membawa orang yang terluka, dicegah mencapai rumah sakit oleh tentara Israel yang menyerbu Jenin. "Orang yang dibawa oleh ambulans menderita luka tembak di bagian kaki," kata PRCS.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement