Sabtu 02 Dec 2023 22:02 WIB

Pemerintah Inggris Desak Israel Patuhi Hukum Dunia

Di depan Raja Yordania, Inggris menyepakati hal tersebut.

Tentara Israel dengan kendaraan tempur lapis baja mereka berkumpul di posisi dekat perbatasan dengan Jalur Gaza, di Israel selatan, (2/12/2023).
Foto: EPA-EFE/ATEF SAFADI
Tentara Israel dengan kendaraan tempur lapis baja mereka berkumpul di posisi dekat perbatasan dengan Jalur Gaza, di Israel selatan, (2/12/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Perdana Menteri Inggris Rishi Sunak pada Jumat bertemu dengan Raja Yordania Abdullah II untuk menyatakan Inggris akan terus menekan Israel agar mematuhi hukum kemanusiaan internasional, kata Kantor Perdana Menteri Inggris.

Perdana Menteri Inggris dan Raja Yordania itu bertemu di sela-sela konferensi iklim COP28 di Dubai, kata kantor tersebut dalam pernyataan tertulis, Sabtu (2/12/2023). 

Baca Juga

"Sunak meyakinkan Raja Abdullah bahwa Inggris akan terus menekan Israel mengenai pentingnya mematuhi hukum humaniter internasional dan mencegah kekerasan pemukim di Tepi Barat."

Inggris juga menyebutkan  bahwa Sunak mengakui “peran penting” yang dimainkan Yordania dalam mengatasi krisis di Gaza dan memuji dukungan bantuan Yordania kepada warga sipil Palestina.

"Perdana Menteri menegaskan kembali komitmen Inggris untuk berupaya mencapai resolusi konflik yang bertahan lama, yang memberikan martabat, perdamaian dan keamanan bagi Israel dan Palestina," kata dia.

Kedua pemimpin juga menegaskan pentingnya kelanjutan hubungan bilateral antara kedua negara.

Paling sedikit 109 warga Palestina meninggal dunia dan beberapa luka-luka ketika Israel kembali menyerang berbagai wilayah di Jalur Gaza, setelah jeda kemanusiaan berakhir, kata Kementerian Kesehatan di Gaza.

Jeda antara Israel dan Hamas yang mulai berlaku pada 24 November, berakhir Jumat pagi waktu setempat.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement