Senin 04 Dec 2023 02:31 WIB

AS Tingkatkan Tekanan Terhadap Israel untuk Kurangi Korban Warga Sipil

Israel kembali menggempur Jalur Gaza setelah berakhirnya gencatan senjata pada Jumat.

Rep: Lintar Satria/ Red: Nidia Zuraya
 Wakil Presiden AS Kamala Harris mengatakan terlalu banyak warga Palestina tidak bersalah yang terbunuh di Gaza.
Foto: EPA-EFE/MARTIN DIVISEK
Wakil Presiden AS Kamala Harris mengatakan terlalu banyak warga Palestina tidak bersalah yang terbunuh di Gaza.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Amerika Serikat (AS) meningkatkan seruannya agar Israel menghindari kerugian lebih lanjut terhadap warga sipil Palestina dalam perang melawan militan Hamas di Gaza. karena kedua belah pihak yang bertikai tidak menunjukkan tanda-tanda untuk menghidupkan kembali gencatan senjata.

Ketika pasukan Israel menggempur Gaza setelah  gencatan senjata berakhir. Wakil Presiden Kamala Harris mengatakan terlalu banyak warga Palestina tidak bersalah yang terbunuh di Gaza, dan Menteri Pertahanan Lloyd Austin menilai Israel memiliki "tanggung jawab moral" untuk melindungi warga sipil.

Baca Juga

Pernyataan para pejabat senior AS itu memperkuat tekanan dari Washington agar Israel lebih berhati-hati saat mengalihkan fokus serangan militernya ke selatan Jalur Gaza yang terkepung.

Dengan pertempuran baru yang memasuki hari ketiga, warga khawatir pemboman udara dan artileri hanyalah awal dari operasi darat Israel di jalur selatan yang akan membuat mereka terdesak ke daerah yang semakin sempit dan mungkin akan mendorong mereka menyeberang ke Mesir.

Pada Ahad (3/12/2023) pagi lewat media sosial X, militer Israel memerintahkan warga Palestina di Jalur Gaza untuk segera mengungsi dari setengah lusin daerah di dalam dan sekitar Khan Younis.

Dalam perintah yang tertulis dalam bahasa Arab juru bicara militer Avichay Adraee meminta warga Palestina pindah ke tempat yang ia gambarkan sebagai "tempat penampungan pengungsi yang terkenal" di sebelah barat kota, termasuk ke arah selatan menuju Rafah. Pernyataan itu menyertakan peta yang menyoroti daerah-daerah tersebut.

Pada Sabtu (2/12/2023) kemarin Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengatakan Israel berkoordinasi dengan AS dan organisasi-organisasi internasional untuk menentukan "daerah aman" bagi warga sipil Gaza.

Namun, para pejabat PBB dan orang-orang di Gaza mengatakan sulit untuk mengindahkan perintah evakuasi dari Israel secara tepat waktu karena akses internet yang tidak merata dan tidak ada pasokan listrik yang teratur di tengah serangan militer Israel.

Kementerian Dalam Negeri Hamas mengatakan tujuh warga Palestina tewas dan beberapa lainnya terluka dalam serangan Israel terhadap sebuah rumah di sebelah timur kota Rafah di Gaza selatan. Pejabat kesehatan Palestina mengatakan pesawat-pesawat tempur Israel menghancurkan beberapa rumah di kota Al-Karara dekat Khan Younis semalam, menewaskan beberapa orang, termasuk anak-anak.

Sebelumnya kementerian Kesehatan Gaza mengatakan sejak gencatan senjata selama satu pekan yang berakhir pada hari Jumat (1/12/2023) sudah 193 warga Palestina terbunuh dalam serangan Israel. Menambah jumlah korban tewas dari Palestina yang tercatat sudah lebih dari 15.000 orang sejak perang dimulai.

Israel bersumpah untuk memusnahkan Hamas setelah serangan mendadak kelompok itu pada 7 Oktober yang yang Israel klaim menewaskan 1.200 orang terbunuh.

Berbicara di Dubai, Harris mengatakan Israel memiliki hak untuk membela diri, namun hukum internasional dan kemanusiaan harus dihormati dan "terlalu banyak warga Palestina yang tidak bersalah telah terbunuh".

"Terus terang, skala penderitaan warga sipil, dan gambar-gambar serta video yang datang dari Gaza, sangat mengerikan," kata Harris kepada para wartawan.

Austin memberikan komentar yang mungkin merupakan komentar terkuatnya mengenai kebutuhan Israel untuk melindungi warga sipil di Gaza, dengan menyebutnya sebagai "tanggung jawab moral dan keharusan strategis".

"Jika Anda mendorong mereka ke dalam pelukan musuh, Anda mengganti kemenangan taktis dengan kekalahan strategis," kata Austin dalam sebuah forum pertahanan di Simi Valley, California.

Austin, yang berjanji AS akan mendukung Israel sebagai "teman terdekatnya di dunia", mengatakan ia mendesak para pejabat Israel untuk memperluas akses bantuan kemanusiaan ke Gaza.

Penasihat senior Netanyahu, Mark Regev, mengatakan ketika perang berakhir, Israel akan mencari "amplop keamanan" untuk mencegah Hamas memposisikan diri di perbatasan Gaza. 

sumber : Reuters
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement