Senin 04 Dec 2023 10:08 WIB

Presiden Komite ICRC akan Kunjungi Gaza

Kunjungan ini di tengah kritik tajam mengenai peran ICRC dalam perang di Gaza.

Rep: Dwina Agustin/ Red: Nidia Zuraya
Tampak logo Palang Merah Intenasional atau ICRC di sebuah mobil di kawasan Gaza, Palestina.
Foto: icrc.org
Tampak logo Palang Merah Intenasional atau ICRC di sebuah mobil di kawasan Gaza, Palestina.

REPUBLIKA.CO.ID, GAZA -- Presiden Komite Palang Merah Internasional (ICRC), Mirjana Spoljaric Egger, dijadwalkan akan mengunjungi Jalur Gaza pada Senin (4/12/2023). Kunjungan ini, menurut jaringan radio nasional Israel yang dioperasikan oleh Pasukan Pertahanan Israel Army Radio, sebagai bagian dari upaya untuk membuat Hamas mengizinkan perwakilan Palang Merah memeriksa sandera yang ditahan.

Sedangkan pada pekan depan, Spoljaric diperkirakan akan mengunjungi Israel selama dua hari. Kunjungan ini di tengah kritik tajam mengenai peran Palang Merah dalam perang tersebut.

Baca Juga

Kunjungan ke Gaza menyusul pertemuan Spoljaric di Doha dengan pemimpin Hamas Ismail Haniyeh. Dia juga  bertemu secara terpisah dengan pihak berwenang Qatar yang bertindak sebagai mediator dalam konflik tersebut.

“Presiden Mirjana Spoljaric bertemu dengan (Ismail) Haniyeh, Ketua Biro Politik Hamas, dan secara terpisah dengan otoritas negara Qatar,” kata Komite Palang Merah Internasional dalam sebuah pernyataan dikutip dari ArabNews usai pertemuan pada 21 November.

ICRC menekankan bahwa kunjungan Spoljaric adalah bagian dari upaya untuk mengadakan diskusi langsung dengan semua pihak untuk meningkatkan penghormatan terhadap hukum kemanusiaan internasional.

ICRC merupakan perantara netral yang memberikan bantuan ke Gaza dan membantu mengawal sandera dan pasien dari wilayah tersebut. Dari sekitar 250 sandera yang diculik dari Israel, 113 orang masih berada di wilayah kantung Palestina itu.

Laporan tersebut menunjukkan, bahwa ICRC juga telah bertemu berkali-kali dalam beberapa minggu terakhir dengan keluarga sandera yang ditahan di Gaza, serta para pemimpin senior Israel dan Palestina. Kelompok ini  terus mengimbau perlindungan mendesak bagi semua korban konflik dan untuk pengentasan situasi kemanusiaan yang membawa bencana di Jalur Gaza.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement