Senin 04 Dec 2023 22:50 WIB

Rumah Sakit di Gaza Kewalahan Hadapi Gelombang Korban Luka

Puluhan petugas medis telah tewas sejak perang dimulai.

Rep: Lintar Satria/ Red: Friska Yolandha
A Palestinian carries a wounded person (C) inside Nasser Hospital in Khan Yunis, southern Gaza Strip, 03 December 2023, following an Israeli air strike. Israeli forces resumed military strikes on Gaza after a week-long truce expired on 01 December. More than 15,000 Palestinians and at least 1,200 Israelis have been killed, according to the Gaza Government media office and the Israel Defense Forces (IDF), since Hamas militants launched an attack against Israel from the Gaza Strip on 07 October, and the Israeli operations in Gaza and the West Bank which followed it.
Foto: EPA-EFE/HAITHAM IMAD
A Palestinian carries a wounded person (C) inside Nasser Hospital in Khan Yunis, southern Gaza Strip, 03 December 2023, following an Israeli air strike. Israeli forces resumed military strikes on Gaza after a week-long truce expired on 01 December. More than 15,000 Palestinians and at least 1,200 Israelis have been killed, according to the Gaza Government media office and the Israel Defense Forces (IDF), since Hamas militants launched an attack against Israel from the Gaza Strip on 07 October, and the Israeli operations in Gaza and the West Bank which followed it.

REPUBLIKA.CO.ID, GAZA -- Di Rumah Sakit Nasser di Gaza selatan, seorang pemuda memeluk tubuh saudaranya yang sudah tidak bernyawa, lalu mengulurkan tangannya untuk mencoba meraih petugas medis yang sedang berlari melewatinya di koridor.

"Saudaraku!", teriak pria itu sambil menangis dan memukul lantai, sementara yang lain mengerumuninya untuk mendapatkan perawatan bagi yang terluka dan berduka atas orang yang mereka cintai. Peristiwa ini terjadi pada Ahad (3/12/2023), hari ketiga Israel memulai kembali pengebomannya ke Gaza.

Baca Juga

Rumah Sakit Nasser salah satu dari sedikit rumah sakit yang beroperasi di Khan Younis, kota di selatan Gaza yang menurut penduduk setempat merupakan salah satu fokus serangan, sejak Israel melanjutkan pengebomannya pada Jumat (1/12/2023) lalu setelah gencatan senjata dengan Hamas berakhir.

Di dekat pemuda itu, para dokter melangkahi mayat-mayat dan genangan darah ketika mereka bergegas ke kasus berikutnya, dan para kerabat membawa anak-anak yang masih linglung dan terkadang tidak sadarkan diri melalui pintu utama.

Video yang direkam di Rumah Sakit Nasser menunjukkan sekitar selusin anak muda yang membutuhkan perawatan, beberapa di antaranya tampak mengalami luka-luka serius.

PBB dan organisasi kemanusiaan mengatakan puluhan petugas medis tewas sejak perang dimulai. Selain itu kebutuhan dasar seperti bahan bakar untuk menjalankan generator di rumah sakit dan klinik semakin menipis.

Kementerian Kesehatan Gaza mengatakan lebih dari 15.500 orang tewas dalam serangan Israel ke kantong pemukiman padat penduduk tersebut.  Israel bersumpah memusnahkan Hamas sebagai tanggapan atas serangan mendadak 7 Oktober lalu.

Hamas yang berjanji menghancurkan Israel menguasai Gaza sejak tahun 2007. Pengeboman dan invasi darat Israel ke Gaza telah menghancurkan sebagian besar wilayah tersebut.

Kementerian Kesehatan Palestina mengatakan sejak Jumat lalu sudah 316 orang tewas sejak gencatan senjata berakhir menyusul gagalnya perundingan mengenai pertukaran tawanan dan sandera. Israel belum memberikan komentar mengenai serangan akhir pekan kemarin.

Sebelumnya militer Israel meminta warga Palestina untuk melakukan evakuasi ke beberapa daerah di sekitar Khan Younis. Israel juga mengunggah peta yang menunjukkan tempat-tempat penampungan yang harus warga Palestina tuju. Namun warga mengatakan daerah-daerah tersebut kunjungi justru menjadi sasaran serangan.

Seorang pria di Rumah Sakit Nasser mengatakan sebuah serangan udara menghantam sebuah rumah di kota itu dan ia membawa seorang anak laki-laki yang terluka ke rumah sakit, tetapi anak itu telah meninggal dalam pelukannya dalam perjalanan.

Di tempat lain di Khan Younis, keluarga-keluarga berkumpul di pemakaman. Seorang pria, Akram el-Rakab, mengatakan ia menguburkan putranya serta saudara perempuan dan keponakannya. Ia mengatakan ia berdoa kepada Tuhan untuk membantu warga Palestina agar tetap kuat dan tetap tinggal di kota itu.

 

sumber : Reuters
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement