Selasa 05 Dec 2023 10:43 WIB

Menhan Mesir Peringatkan Eskalasi di Gaza

Mesir khawatir peningkatan perang di Gaza akan berdampak terhadap wilayah Sinai.

Rep: Dwina Agustin/ Red: Nidia Zuraya
 Sebuah truk konvoi bantuan kemanusiaan untuk Jalur Gaza diparkir di luar gerbang perbatasan Rafah, Mesir, 18 Oktober 2023.
Foto: EPA-EFE/ALI MOUSTAFA
Sebuah truk konvoi bantuan kemanusiaan untuk Jalur Gaza diparkir di luar gerbang perbatasan Rafah, Mesir, 18 Oktober 2023.

REPUBLIKA.CO.ID, KAIRO -- Menteri Pertahanan Mesir, Mohamed Zaki, mengeluarkan peringatan tentang eskalasi di Gaza saat pembukaan Pameran Pertahanan Mesir pada Senin (4/12/2023). Dia membahas tingkatan yang sangat berbahaya dan sensitif yang dialami oleh isu Palestina.

Zaki juga memperingatkan bahwa krisis yang terjadi saat ini dapat mengarah pada kenyataan baru dan penting untuk membendung konflik tersebut. Mesir khawatir akan dampaknya terhadap Sinai, yang bertetangga dengan Jalur Gaza.

Baca Juga

Namun, menteri Mesir itu juga menyerukan untuk melindungi perdamaian di wilayah tersebut dan di Gaza. Zaki menekankan perlunya kekuatan rasional untuk menjamin perdamaian.

"Perdamaian membutuhkan kekuatan untuk melindunginya dan memastikan kelangsungannya. Dunia saat ini tidak punya tempat bagi mereka yang lemah, dan kami percaya bahwa kepemilikan kekuatan rasional adalah jaminan keberlangsungan perdamaian," ujar Zaki pada pembukaan Pameran Industri Pertahanan dan Militer Internasional Mesir (EDEX 2023) di Kairo dilansir Jerusalem Post.

Dalam pidato yang disampaikannya di hadapan Presiden Mesir Abdel Fattah El-Sisi, Zaki menyatakan, masalah Palestina sedang menghadapi perubahan yang sangat berbahaya. Eskalasi militer yang terjadi sangat tidak diperhitungkan untuk mengakhiri konflik.

Zaki menekankan perlunya menerapkan sistem pertahanan mutakhir untuk menjaga keamanan di dunia yang penuh konflik. Dia menilai sosok yang memegang kunci kekuasaan adalah mereka yang mampu menciptakan perdamaian.

Setelah mendesak ratusan ribu penduduk Jalur Gaza utara untuk mengungsi ke selatan, tentara Israel mendesak mereka untuk meninggalkan kota Khan Yunis dan pindah lebih jauh ke wilayah selatan, termasuk di dekat perbatasan Rafah Mesir. Hal ini mendorong Kairo, yang telah berperan sebagai mediator sejak pecahnya konflik untuk mencapai gencatan senjata, memperbarui posisinya dan menolak pengusiran warga Palestina dan likuidasi perjuangan Palestina.

Mesir, Yordania, dan negara-negara lain secara terbuka menentang pengungsi Palestina dari Gaza. Selain itu, Kairo juga membantu memfasilitasi pemindahan sandera dan bantuan kemanusiaan yang diterima melalui El Arish. Negara ini adalah mitra utama negara-negara Teluk yang membantu Gaza. 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement