Rabu 06 Dec 2023 16:42 WIB

AS Minta Israel Hormati Zona Dilarang Menyerang di Jalur Gaza

AS minta Israel tak serang daerah yang diidentifikasi sebagai zona dilarang menyerang

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Esthi Maharani
Amerika Serikat (AS) meminta Israel tak menyerang daerah-daerah yang sudah diidentifikasi sebagai zona “dilarang menyerang” di Jalur Gaza.
Foto: EPA-EFE/ATEF SAFADI
Amerika Serikat (AS) meminta Israel tak menyerang daerah-daerah yang sudah diidentifikasi sebagai zona “dilarang menyerang” di Jalur Gaza.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON – Amerika Serikat (AS) meminta Israel tak menyerang daerah-daerah yang sudah diidentifikasi sebagai zona “dilarang menyerang” di Jalur Gaza. Hal itu disampaikan saat Israel mengintensifkan serangannya ke wilayah selatan Gaza yang menjadi tempat penduduk sipil mengungsi.

“Mereka (Israel) juga mengindikasikan bahwa ada wilayah di mana akan ada zona ‘dilarang menyerang’. Dan di zona tersebut, kami berharap Israel tidak melakukan serangan,” ujar Penasihat Keamanan Nasional Gedung Putih Jake Sullivan, dikutip laman Al Arabiya, Selasa (5/12/2023).

Baca Juga

Saat ini Israel mulai mengalihkan pertempurannya di Gaza ke wilayah selatan. Sebelumnya konfrontasi antara pasukan Israel dan Hamas berlangsung di utara Gaza. Ketika peperangan berlangsung di utara, lebih dari 1 juta penduduk Gaza mengungsi ke selatan. Saat ini para penduduk tersebut tak memiliki ruang untuk menghindari pertempuran.

Terkait diintensifkannya serangan ke wilayah selatan, militer Israel telah membantah anggapan yang menyebut mereka berupaya mengusir penduduk Palestina keluar dari Jalur Gaza. “Kami tidak mencoba untuk menggusur siapa pun, kami tidak mencoba untuk memindahkan siapa pun dari mana pun secara permanen,” ujar Juru Bicara Pasukan Pertahanan Israel (IDF) Jonathan Conricus, Senin (4/12/2023) lalu. 

“Kami telah meminta warga sipil untuk mengevakuasi diri dari medan perang dan kami telah menyediakan zona kemanusiaan yang ditunjuk di dalam Jalur Gaza,” kata Conricus merujuk pada wilayah pesisir kecil bernama Al-Mawasi.

Dia mengakui adanya keterbatasan ruang dan akses. “Itulah mengapa sangat penting untuk mendapatkan dukungan dan dukungan dari organisasi kemanusiaan internasional untuk membantu infrastruktur di wilayah Al-Mawasi,” ujar Conricus.

Sejauh ini jumlah warga Gaza yang telah terbunuh akibat agresi Israel telah mencapai sedikitnya 15.900 jiwa, lebih dari 10 ribu di antaranya merupakan perempuan dan anak-anak. Sementara korban luka melampaui 41 ribu orang. Angka itu dihitung sejak dimulainya agresi Israel pada 7 Oktober 2023.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement