Ahad 10 Dec 2023 10:04 WIB

Israel Kembali Perintahkan Warga Gaza Mengungsi

Banyak dari mereka yang mengungsi beberapa kali.

Rep: Lintar Satria/ Red: Esthi Maharani
Warga Palestina mengungsi ke Jalur Gaza selatan di Jalan Salah al-Din di Bureij, Jalur Gaza, pada Rabu, (8/11/2023).
Foto: AP Photo/Hatem Moussa
Warga Palestina mengungsi ke Jalur Gaza selatan di Jalan Salah al-Din di Bureij, Jalur Gaza, pada Rabu, (8/11/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, GAZA -- Israel memerintahkan warga Palestina untuk mengungsi dari Kota Khan Younis di Gaza tengah dan membombardir banyak area di pemukiman tersebut. Perintah ini disampaikan setelah Amerika Serikat (AS) memveto resolusi gencatan senjata di Dewan Keamanan PBB.

Sejak gencatan senjata selama satu pekan berakhir pekan lalu, Israel memperluas serangan darat wilayah selatan Jalur Gaza dengan merangsek masuk ke Khan Younis. Tepat ketika kedua belah pihak melaporkan naiknya pertempuran di utara. Israel mengklaim operasi militernya membuat kemajuan.

Baca Juga

Penasihat Keamanan Nasional Tzachi Hanegbi mengatakan sejauh ini pasukan Israel telah membunuh 7.000 anggota Hamas tanpa mengungkapkan bagaimana perkiraan itu dicapai.

"Kami harus menekan lebih keras," kata komandan militer IDF Letnan Jenderal Herzi Halevi pada tentaranya, Sabtu (9/12/2023).

Kementerian Kesehatan Palestina mencatat hingga Sabtu kemarin korban jiwa akibat serangan Israel ke Gaza mencapai lebih dari 17.700 orang. Banyak orang yang masih dinyatakan hilang dan diduga meninggal dunia di bawah puing-puing bangunan. Sebelumnya kementerian memperkirakan 40 persen korban jiwa berusia di bawah 18 tahun.

Di media sosial X, dalam bahasa Arab juru bicara Israel mengunggah peta yang menyoroti enam blok bernomor di Khan Younis. Warga yang tinggal di blok-blok itu diperintahkan "segera" mengungsi. Blok-blok itu termasuk bagian dari pusat kota yang belum pernah mendapat perintah mengungsi sebelumnya.

Israel mengeluarkan peringatan serupa sebelum menyerang timur Khan Younis. Warga mengatakan perintah evakuasi terbaru menandai serangan lebih lanjut.

"Mungkin hanya masalah waktu saja sebelum mereka menyerang daerah kami. Kami telah mendengar suara bom sepanjang malam," kata Zainab Khalil, 57 tahun, yang mengungsi bersama 30 kerabat dan teman-temannya di Khan Younis dekat jalan Jalal di mana tentara menyuruh orang-orang untuk pergi.

"Kami tidak tidur di malam hari, kami tetap terjaga, kami mencoba menidurkan anak-anak dan kami tetap terjaga karena takut tempat itu akan dibom dan kami harus berlari membawa anak-anak keluar. Pada siang hari, tragedi lain muncul, yaitu: bagaimana memberi makan anak-anak?"

Pendudukan setempat mengatakan tank-tank Israel kembali melepaskan tembakan ke di kamp-kamp pengungsi Bureij dan Maghazi, Gaza tengah. Menurut pejabat kesehatan Palestina, tujuh orang Palestina tewas dalam serangan udara Israel di Bureij. Pasukan Israel tidak dapat dimintai komentar.

Banyak dari mereka yang mengungsi beberapa kali....

sumber : Reuters
Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement