Selasa 19 Dec 2023 18:39 WIB

Pengakuan Sandera Wanita Israel: Ibuku Tewas Ditembaki Tentara Israel

Dia mengaku dibawa oleh tentara kelompok Palestina Brigade Al-Qassam dengan traktor.

Warga menyaksikan helikopter tentara Israel yang membawa warga Israel yang disandera Hamas di helipad Schneider-Childrens Medical Center di Petah Tikva, Israel, Jumat (24/11/2023). Israel dan Hamas sepakat untuk melakukan pembebasan sandera sebagai bagian dari perjanjian gencatan senjata selama empat hari. Sebanyak 50 sandera Israel dibebaskan oleh Hamas dan 150 wanita Palestina serta anak-anak yang ditahan di penjara Israel dibebaskan oleh Israel.
Foto: EPA-EFE/ABIR SULTAN
Warga menyaksikan helikopter tentara Israel yang membawa warga Israel yang disandera Hamas di helipad Schneider-Childrens Medical Center di Petah Tikva, Israel, Jumat (24/11/2023). Israel dan Hamas sepakat untuk melakukan pembebasan sandera sebagai bagian dari perjanjian gencatan senjata selama empat hari. Sebanyak 50 sandera Israel dibebaskan oleh Hamas dan 150 wanita Palestina serta anak-anak yang ditahan di penjara Israel dibebaskan oleh Israel.

REPUBLIKA.CO.ID, TEL AVIV -- Seorang wanita Israel yang dibebaskan dalam pertukaran tahanan baru-baru ini antara Israel dengan Hamas mengatakan ibunya tewas dan dirinya terluka ketika pasukan Israel melepaskan tembakan ke arah kendaraan yang membawanya saat diculik.

Dalam wawancara yang disiarkan Channel 12 Israel, dia menceritakan dibawa oleh tentara sayap bersenjata kelompok Palestina Brigade Al-Qassam dengan traktor. Traktor tersebut ditembaki Israel.

Baca Juga

"Ibuku, yang sangat saya cintai, tewas. Saya terluka di belakang dan saudara lelaki saya terluka di bagian kaki," kata wanita itu.

Saluran siaran itu mengeklaim tentara Israel melepaskan tembakan untuk menghentikan traktor menuju Gaza. Serangan udara dan darat Israel di Jalur Gaza sejak serangan Hamas pada 7 Oktober telah membuat setidaknya 19.453 warga Palestina gugur. Sebagian besar dari mereka adalah wanita dan anak-anak.

Perang itu membuat Gaza menjadi puing. Separuh rumah-rumah di wilayah pesisir itu rusak atau hancur dan hampir dua2 juta orang mengungsi di wilayah kantung padat penduduk tersebut di tengah keterbatasan makanan dan air bersih.

Sementara korban tewas...

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement