Kamis 28 Dec 2023 08:59 WIB

Solidaritas dengan Gaza, Tak Ada Kembang Api di UEA Kali Ini

Hampir 21 ribu orang meninggal dunia dalam serangan Israel di wilayah Palestina.

Rep: Mabruroh / Red: Setyanavidita livicansera
Bulan purnama super terbit di belakang  menara tertinggi dunia Burj Khalifa di Dubai, Uni Emirat Arab, Senin, (3/7/2023).
Foto: AP/Kamran Jebreili
Bulan purnama super terbit di belakang menara tertinggi dunia Burj Khalifa di Dubai, Uni Emirat Arab, Senin, (3/7/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, SHARJAH — Uni Emirat Arab (UEA) mengeluarkan aturan yang melarang semua pertunjukan dan perayaan kembang api pada Malam Tahun Baru 2024. Larangan ini sebagai bentuk solidaritas terhadap masyarakat Palestina di Gaza.

Polisi Sharjah mengeluarkan pernyataan yang melarang perayaan dan pertunjukan kembang api, dengan mengatakan bahwa tindakan tersebut bertujuan untuk mengekspresikan solidaritas yang tulus dan kerja sama kemanusiaan dengan saudara-saudara di Jalur Gaza. Polisi Sharjah mendesak semua orang bekerja sama dan mematuhi larangan tersebut. Tindakan hukum akan diambil terhadap mereka yang melanggar.

Baca Juga

“Polisi Sharjah mendesak semua orang, baik institusi maupun individu, untuk bekerja sama dan mematuhi, menekankan bahwa mereka akan mengambil semua tindakan hukum terhadap mereka yang melanggar instruksi, dan menegaskan kembali bahwa solidaritas kemanusiaan adalah budaya dan ideologi yang mendarah daging yang diikuti oleh Emirat Sharjah,” kata pernyataan itu dilansir dari Alarabiya, Kamis (28/12/2023).

Hampir 21 ribu orang meninggal dunia dalam serangan Israel di wilayah Palestina. Ribuan korban lainnya diduga terkubur di bawah reruntuhan, menurut kementerian kesehatan Gaza. Hampir seluruh penduduk di wilayah kantong yang berjumlah 2,3 juta jiwa itu telah diusir dari rumah mereka, berkali-kali. Mereka yang masih bertahan, menjadi korban pemboman biadab Israel.

Israel mengklaim menyerang untuk balas dendam kepada Hamas. Tetapi dunia percaya, bahwa apa yang dilakukan Israel adalah genosida terhadap rakyat Palestina dengan kedok mencari Hamas.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement