Rabu 03 Jan 2024 11:44 WIB

Gempa di Jepang, 62 Penduduk Ishikawa Dinyatakan Meninggal Dunia

Gempa bermagnitudo 7,6 melanda Jepang pada Ahad (31/12/2023).

Petugas polisi melakukan operasi pencarian di rumah yang hancur akibat gempa bumi di Wajima, prefektur Ishikawa, Jepang Selasa, (2/2/2024).
Foto: AP
Petugas polisi melakukan operasi pencarian di rumah yang hancur akibat gempa bumi di Wajima, prefektur Ishikawa, Jepang Selasa, (2/2/2024).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sebanyak 62 warga Ishikawa dinyatakan meninggal dunia akibat gempa bumi dahsyat bermagnitudo 7,6 pada malam pergantian tahun Ahad (31/12/2023) malam. Hal ini berdasarkan laporan pemerintah daerah itu seperti diberitakan laman stasiun televisi Jepang, NHK, pada Rabu (3/1/2024).

"Jepang tengah terus diguncang gempa susulan setelah gempa maut bermagnitudo 7,6 itu," tulis NHK dalam lamannya itu.

Baca Juga

Operasi pencarian korban terus berlangsung di Prefektur Ishikawa yang merupakan paling parah terkena gempa itu. Menurut NHK, puluhan ribu warga terpaksa hidup tanpa listrik. "Dikhawatirkan masih banyak korban yang terperangkap di dalam rumah-rumah yang ambruk. Pemerintah mengingatkan kemungkinan adanya gempa susulan berkekuatan hampir sama (dengan gempa Minggu)," lapor NHK.

Pemerintah Kota Wajima di Prefektur Ishikawa menyebutkan bahwa 25 rumah ambruk. "Para petugas pemadam kebakaran menggunakan gergaji listrik untuk memasuki bangunan yang runtuh guna menyelamatkan mereka yang terjebak di dalamnya," kata NHK.

Gempa dahsyat itu juga memicu kebakaran yang melalap 200 rumah di Wajima, sedangkan di kota Suzu pejabat setempat mengungkapkan sebanyak 50 rumah rata dengan ranah akibat gempa itu. Pada Selasa (2/2/2023) pagi, sebuah helikopter NHK mengabadikan kursi-kursi yang ditata sedemikian rupa di sebuah parkir untuk membentuk kata "SOS" (permintaan tolong).

NHK juga melaporkan bahwa berbagai rumah sakit di Wajima dan Suzu sibuk merawat korban luka akibat gempa ini. Ribuan orang di beberapa prefektur terdampak gempa masih berlindung di tempat-tempat pengungsian, sementara pasokan air ke beberapa daerah terputus sehingga memaksa warga antre mendapatkan air minum.

Gempa tersebut juga memicu tanah longsor yang memutus sejumlah jalan utama di kedua kota di Prefektur Ishikawa itu. Sementara itu, laman Yomiuri Shimbun melaporkan bahwa bagian jalan tol sepanjang 100 meter di Oyabe, Prefektur Toyama, ambruk sehingga menutup lalu lintas di sana. Akibatnya, kendaraan dipaksa putar balik ke arah semula. Bagian jalan yang ambruk itu berada di Jalan Tol Nasional Rute 359 yang berada dekat perbatasan Prefektur Ishikawa.

 

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement