Kamis 04 Jan 2024 15:42 WIB

Junta Bebaskan 9.600 Tahanan pada Peringatan Hari Kemerdekaan Myanmar

Militer Myanmar, meluncurkan kudeta pada Februari 2021.

Analisis menilai penyelesaian krisis di Myanmar terhambat oleh meningkatnya impor persenjataan junta militer.
Foto: VOA
Analisis menilai penyelesaian krisis di Myanmar terhambat oleh meningkatnya impor persenjataan junta militer.

REPUBLIKA.CO.ID, ISTANBUL -- Rezim Junta Myanmar pada Kamis (4/1/2024), membebaskan lebih dari 9.600 tahanan dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan, demikian siaran media lokal. "Sebanyak 9.652 tahanan yang menjalani hukuman di beberapa penjara dan pusat tahanan mendapat remisi atas hukuman mereka," kata Dewan Administrasi Negara yang dipimpin junta, menurut situs berita Eleven Myanmar.

Negara di Asia Tenggara yang mayoritas menganut Buddha ini memperingati Hari Kemerdekaan ke-76 pada Kamis sesuai dengan deklarasi kemerdekaan dari pemerintahan kolonial Inggris pada 4 Januari 1948. Militer Myanmar, yang lebih dikenal dengan Tatmadaw oleh penduduk setempat, meluncurkan kudeta pada Februari 2021 guna menggulingkan pemerintahan Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) dan melantik rezim junta.

Baca Juga

NLD kemudian dibubarkan sejak itu sementara lebih dari 3.200 orang tewas oleh pasukan rezim selama periode pascakudeta. Selain itu, Myanmar menyaksikan konflik bersenjata di wilayah utara yang berbatasan dengan Cina, di mana tiga kelompok bertarung untuk menguasai wilayah tersebut.

sumber : antara

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement