Senin 08 Jan 2024 18:17 WIB

Indonesia Masih Berutang kepada Palestina

Palestina satu-satunya negara peserta KAA 1955 yang belum mampu memerdekakan diri.

Menlu Retno Marsudi
Foto: Fergi Nadira/Republika
Menlu Retno Marsudi

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi, menyebut Gedung Merdeka di Bandung menjadi saksi centre of gravity berlangsungnya Konferensi Asia Afrika (KAA) pada 1955. Gedung tersebut juga menjadi saksi bahwa negara peserta KAA 1955 masih berutang pada Palestina.

‘’Gedung ini mengingatkan adanya satu hutang kita yang belum terbayar, yaitu kemerdekaan Palestina,’’ kata Menlu Retno Marsudi dalam acara Pernyataan Pers Tahunan Menteri Luar Negeri RI (PPTM) 2024 di Gedung Merdeka, Bandung, Senin (8/1/2024).

Retno menyebut konferensi pada enam puluh sembilan tahun lalu telah menggugah negara-negara yang saat itu dijajah untuk merdeka. Tapi sayang, kini hanya tinggal Palestina satu-satunya negara peserta KAA 1955 yang belum mampu memerdekakan diri.

Tahun 2023 menjadi tahun yang sangat buruk bagi bangsa Palestina. Berbagai fasilitas publik dihancurkan negara apartheid Israel, sehingga tidak dapat berfungsi. Termasuk Rumah Sakit Indonesia di Gaza utara yang merupakan kontribusi rakyat Indonesia. 

Menjelang tutup tahun 2023, sebanyak 21 ribu warga Palestina tewas di Gaza akibat kekejaman penjajah zionis Israel. ‘’Sebanyak 70 persen di antaranya adalah anak-anak dan perempuan,’’ ujar jebolan Universitas Gadjah Mada ini.

Penjajah Israel masih terus membombardir wilayah Gaza. Pada Ahad (7/1/2024), seperti diberitakan Aljazeera, serangan udara zionis Israel menewaskan enam orang setelah menargetkan Jenin di wilayah pendudukan Tepi Barat.

Setidaknya 22.722 warga Palestina mati syahid dan 58.166 lainnya terluka dalam serangan Israel di Gaza sejak 7 Oktober 2023. Di pihak apartheid Israel, jumlah korban tewas mencapai 1.139 orang.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement