Rabu 17 Jan 2024 19:13 WIB

Target Donasi untuk Palestina Lampaui Target

Baznas akan terus berupaya mencari solusi agar bantuan bisa masuk ke Palestina.

Rep: Rahmat Fajar/ Red: Gita Amanda
Acara Ulang Tahun ke-23 Baznas RI, di Kantor Baznas RI, Jakarta, Rabu (17/1/2024).
Foto: Republika/Rahmat Fajar
Acara Ulang Tahun ke-23 Baznas RI, di Kantor Baznas RI, Jakarta, Rabu (17/1/2024).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI Prof Noor Achmad mengatakan, donasi untuk Palestina akan terus ditampung. Pasalnya Baznas tetap mendapatkan permintaan dari banyak lembaga dan pemerintah agar menerima pengumpulan donasi Palestina.

Dalam tasyakuran ulang tahun ke-23, Baznas RI mendapatkan donasi dari Baznas Jawa Tengah untuk Palestina Rp 48 miliar. Donasi tersebut dikumpulkan dari masyarakat dan berbagai lembaga di Jawa Tengah. 

Baca Juga

Prof Noor mengungkapkan proses pendistribusian ke Palestina memang tidak berjalan mulus. Sebab pasukan Israel masih membatasi masuknya bantuan setiap harinya ke Gaza. Kendati demikian Baznas akan terus berupaya mencari solusi agar bantuan bisa masuk ke Palestina.

"Ada skema langsung dari sini, melalui Mesir lebih banyak karena kerjasama Dan mitra langsung di Gaza sehingga meskipun dibatasi Israel bisa menerobos," ujar Prof Noor di sela-sela perayaan ulang tahun Baznas ke-23, di Gedung Baznas RI, Jakarta, Rabu (17/1/2024).

Sebelumnya, Prof Noor mengungkapkan bahwa target donasi untuk Palestina sebesar Rp 250 miliar. Namun pada perayaan ulang tahun Baznas ke-23, target tersebut sudah melampaui. Ia memperkirakan angka donasi untuk Palestina bisa mencapai Rp 300 miliar.

Baznas telah menyalurkan beberapa tahap bantuan untuk Palestina dari masyarakat Indonesia. Demi bisa memperlancar donasi masuk ke Palestina maka kerjasama dengan lembaga-lembaga di Mesir dilakukan. Sebab satu-satunya pintu masuk ke Palestina saat ini melalui Rafah, Mesir.

Situasi Gaza, Palestina hingga kini masih mencekam. Serangan dari pasukan Israel yang bertubi-tubi menyebab jumlah korban dari warga sipil terus meningkat. Bangunan vital juga hancur akibat serangan Israel.

Situasi tersebut membuat krisis kemanusiaan di Gaza kian parah. Sementara bantuan kemanusiaan dari dunia internasional dibatasi oleh pasukan Israel. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement