Selasa 23 Jan 2024 00:24 WIB

Badai Isha Buyarkan Jadwal Perjalanan di Seluruh Inggris

Perjalanan kereta api, bus, maupun pesawat terdampak Badai Isha.

Penumpang menunggu kereta di stasiun Kings Cross, London, Inggris setelah jadwal keberangkatannya terdampak Badai Isha, Senin (22/1/2024). Angin kencang, hujan lebat, dan banjir akibat Badai Isha juga menyebabkan terganggunya layanan kereta api di Skotlandia ditunda.
Foto: EPA-EFE/TOLGA AKMEN
Penumpang menunggu kereta di stasiun Kings Cross, London, Inggris setelah jadwal keberangkatannya terdampak Badai Isha, Senin (22/1/2024). Angin kencang, hujan lebat, dan banjir akibat Badai Isha juga menyebabkan terganggunya layanan kereta api di Skotlandia ditunda.

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Angin kencang yang disebabkan oleh Badai Isha menyebabkan gangguan perjalanan di seluruh Inggris. Badai tersebut menghasilkan angin kencang dengan kecepatan hingga 159 kilometer per jam.

Badai telah menyebabkan listrik padam, transportasi dihentikan, dan kerusakan parah. Peringatan cuaca kuning untuk angin tetap berlaku di seluruh Inggris hingga tengah hari Senin, menurut kantor meteorologi negara tersebut, Met Office.

Baca Juga

Skotlandia juga telah mengeluarkan peringatan cuaca merah yang "tidak biasa" hingga pukul 5 pagi. Alhasil, semua layanan kereta api di seluruh negeri dihentikan.

Badai Isha menyebabkan gangguan besar pada transportasi umum di London TfL dan layanan kereta api nasional setelah puing-puing akibat badai terlempar ke jalur-jalur kereta api, sehingga menyebabkan kerusakan infrastruktur. Badai itu juga menyebabkan pembatasan kontrol lalu lintas udara di bandara-bandara, yang menyebabkan pembatalan dan pengalihan penerbangan.

Badai Isha juga menyebabkan hujan deras. Otoritas telah mengeluarkan 28 peringatan banjir di Inggris dan 50 di Skotlandia.

Ribuan rumah di barat laut Inggris dan Wales mengalami pemadaman listrik. Perusahaan-perusahaan listrik mengaku mengalami peningkatan keluhan ketika sedang berupaya memulihkan listrik.

sumber : Antara, Anadolu
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement