Kamis 25 Jan 2024 21:03 WIB

Gerakan Koalisi Palestina akan Pamerkan Produk Pro-Palestina di Doha

Ada beberapa program yang akan menjadi fokus konferensi.

Rep: Lintar Satria/ Red: Ani Nursalikah
Sekjen Global Women Coalition for Quds and Palestine (GWQCP) Rabab Awad berbicara saat mengunjungi Redaksi Republika, Jakarta, Kamis (25/1/2024).
Foto: Republika/Tahta Aidilla
Sekjen Global Women Coalition for Quds and Palestine (GWQCP) Rabab Awad berbicara saat mengunjungi Redaksi Republika, Jakarta, Kamis (25/1/2024).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Global Women Coalition for Quds and Palestine (GWCQP) akan memberikan label pada produk yang mendukung tujuan Palestina untuk merdeka. Hal tersebut menjadi salah satu dari delapan program yang dipamerkan di Konferensi yang akan digelar di Doha, Qatar, pada 1-2 Maret mendatang.

GWCQP akan memamerkan produk-produk yang mendukung kemerdekaan Palestina untuk merdeka, sehingga masyarakat tahu produk-produk yang berada di sisi Palestina. Selain itu, ada beberapa program lainnya yang akan menjadi fokus konferensi yakni penyintas tunggal, pendidikan, dan donasi.

Baca Juga

Penyintas tunggal adalah anak yang hidup seorang diri karena kehilangan seluruh anggota keluarganya. Kategori yang belum pernah masuk lembaga kemanusiaan lainnya.

''Kami ingin memberi kehidupan bagi mereka. Hidup ini menyenangkan, tidak hanya perang,'' kata Sekretaris Jenderal GWCQP, Rabab Awad, saat berkunjung ke kantor Republika, Kamis (25/1/2024), didampingi Ketua Bidang Humas Koalisi Perempuan Indonesia Peduli Al Aqsa (KPIPA), Sri Vira Candra.

Rabab mengatakan Israel menghancurkan universitas-universitas di Jalur Gaza dan membunuh para dosen Palestina. Kelompok hak asasi manusia Euro-Med Human Rights Monitor mengatakan Israel membunuh 94 dosen universitas, ratusan guru dan ribuan siswa dalam operasi militernya di Gaza.

Lembaga itu mengatakan penghancuran universitas dan pembunuhan akademisi dan siswa akan mempersulit Palestina memulihkan kehidupan akademi ketika genosida berakhir. Rabab mengatakan Israel memotong sengaja pendidikan untuk memperlemah perlawanan rakyat Palestina.

GWCQP juga akan menguatkan produk-produk yang dihasilkan rakyat Palestina. Organisasi perempuan global ini akan mendorong produksi dari rakyat Palestina dan membantu mengenalkannya di pameran internasional.

Koalisi Perempuan Global untuk Palestina dan Al Quds (GWCQP) memiliki perwakilan di 57 negara. Di Indonesia sendiri, perwakilan organisasi diberi nama Koalisi Perempuan Indonesia Peduli Al Aqsa (KPIPA) yang diresmikan pada 17 Agustus 2020.

KPIPA yang diketuai oleh Nurjanah Hulwani beranggotakan 10 ormas perempuan, yaitu PP Wanita PUI, PP Salimah, PP Muslimat Al-Washliyah, PP Wanita PERTI, PP IGRA, PP Muslimat Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia, Adara Relief International, PP Wanita Islam, PP Wanita Al-Irsyad, dan PP Muslimat Mathla’ul Anwar.

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement