Ahad 11 Feb 2024 23:34 WIB

Desak Gencatan Senjata, Menlu Jerman akan Berkunjung ke Israel

Israel bersiap melancarkan serangan ke Rafah.

Rep: Lintar Satria/ Red: Ani Nursalikah
Sebuah kamp pengungsi Palestina di perbatasan Gaza dengan Mesir, sementara asap mengepul akibat serangan udara Israel, di kamp pengungsi Rafah, Jalur Gaza selatan, 8 Februari 2024.
Foto: EPA-EFE/HAITHAM IMAD
Sebuah kamp pengungsi Palestina di perbatasan Gaza dengan Mesir, sementara asap mengepul akibat serangan udara Israel, di kamp pengungsi Rafah, Jalur Gaza selatan, 8 Februari 2024.

REPUBLIKA.CO.ID, BERLIN -- Juru bicara Kementerian Luar Negeri Jerman mengatakan Menteri Luar Negeri Jerman Annalena Baerbock akan berkunjung ke Israel pada pertengahan pekan depan. Baerbock mengatakan ia berencana mendesak gencatan senjata sementara Israel bersiap melancarkan serangan ke Rafah.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan pemerintahnya mempersiapkan rencana evakuasi untuk lebih dari satu juta warga Palestina yang berdesak-desakan di Rafah. Sebagian besar pengungsi di daerah perbatasan Mesir-Palestina itu sudah mengungsi lebih dari sekali.

Baca Juga

"Penderitaan di Rafah sudah tidak terbayangkan. 1,3 juta orang mencari perlindungan dari perang di ruang yang sangat terbatas. Serangan tentara Israel ke Rafah akan mengakibatkan bencana kemanusiaan," tulis Baerbock di media sosial X, Jumat (10/2/2034).

"Israel harus membela diri melawan teror Hamas tapi di saat yang sama mengangkat penderitaan rakyat sipil sebanyak mungkin. Itulah mengapa jeda pertempuran berikutnya dibutuhkan, juga agar sandera akhirnya dapat dibebaskan, saya akan kembali membahas cara-cara untuk menuju itu di Israel pekan depan," kata Baerbock di unggahan kedua.

Pihak berwenang Palestina sekitar 70 persen dari 28 ribu orang Palestina yang tewas dalam serangan Israel di Gaza adalah perempuan dan anak-anak. Israel menggelar serangan ke Gaza setelah Hamas yang menguasai pemukiman Palestina itu menggelar serangan mendadak pada 7 Oktober lalu.

Israel mengklaim Hamas membunuh 1.200 orang yang sebagian besar warga sipil dan menculik 240 lainnya dalam serangan tersebut. Kunjungan Baerbock pekan depan akan menjadi kunjungan kelima sejak perang pecah.

sumber : Reuters
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement