Kamis 15 Feb 2024 15:36 WIB

Pasukan Israel Bunuh Tahanan yang Diborgol

Penembak jitu Israel membunuh tiga orang di Rumah Sakit Nasser.

Rep: Lintar Satria/ Red: Friska Yolandha
A Palestinian family displaced from Rafah sits outside their shelter in Deir Al Balah, southern Gaza Strip, 14 February 2024. More than 28,500 Palestinians and over 1,300 Israelis have been killed, according to the Palestinian Health Ministry and the Israel Defense Forces (IDF), since Hamas militants launched an attack against Israel from the Gaza Strip on 07 October 2023, and the Israeli operations in Gaza and the West Bank which followed it.
Foto: EPA-EFE/MOHAMMED SABER
A Palestinian family displaced from Rafah sits outside their shelter in Deir Al Balah, southern Gaza Strip, 14 February 2024. More than 28,500 Palestinians and over 1,300 Israelis have been killed, according to the Palestinian Health Ministry and the Israel Defense Forces (IDF), since Hamas militants launched an attack against Israel from the Gaza Strip on 07 October 2023, and the Israeli operations in Gaza and the West Bank which followed it.

REPUBLIKA.CO.ID, GAZA -- Dokter di rumah sakit di Khan Younis, Ahmed Moghrabi mengatakan pasukan Israel menembak dan membunuh tahanan yang diborgol setelah mengirimnya untuk menyampaikan pesan perintah evakuasi ke Rumah Sakit Nasser. Perintah itu juga disampaikan melalui drone dan pengeras suara.

"Mereka mengirim seorang tahanan yang diborgol ke rumah sakit untuk memberitahu kami, kami harus melakukan evakuasi. Mereka melepas tembakan dan membunuh tahanan itu," kata kepala bedah plastik Rumah Sakit Nasser itu di video yang diunggah di media sosial, seperti dikutip Aljazirah, Kamis (15/2/2024).

Baca Juga

Jurnalis Palestina, Mohammed El Helou yang berada di rumah sakit tersebut mengatakan pada Intercept, seorang pria muda yang diborgol dikirim ke Rumah Sakit Nasser. Ia memberitahu orang-orang untuk "keluar dari rumah sakit karena mereka (Israel) akan meledakkannya."

Kementerian Kesehatan Gaza melaporkan penembak jitu Israel membunuh tiga orang di Rumah Sakit Nasser pada Selasa (13/2/2024) kemarin. Di hari yang sama seorang pria muda yang dikirim untuk menyampaikan perintah evakuasi dibunuh.

Sementara itu ratusan staf medis dan pasien yang tidak bisa bergerak untuk pindah masih berada di dalam rumah sakit. Lembaga swadaya masyarakat Doctors Without Borders (MSF) mengatakan orang-orang takut untuk keluar dari rumah sakit setelah ada laporan orang-orang yang mencoba melakukan evakuasi ditembak.

Sementara itu Masyarakat Palang Merah Palestina (PRCS) mengatakan militer Israel juga menembaki area sekitar Rumah Sakit al-Amal di Khan Younis. Gedung rumah sakit itu dilaporkan rusak.

Tentara Israel sudah mengepung fasilitas-fasilitas medis itu selama berminggu-minggu. PRCS melaporkan beberapa kali tentara Israel juga menyerbu kantor mereka di rumah sakit itu dan mencegah pengiriman tabung oksigen yang mengakibatkan kematian tiga pasien. n Lintar Satria 

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement