Sabtu 24 Feb 2024 19:12 WIB

Tak Mempan Diancam, Presiden Brasil Terus Kecam Israel

Presiden Brasil sebelumnya menyebut genosida di Gaza mirip holocaust.

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Fitriyan Zamzami
Presiden Brazil, Luiz Inacio Lula da Silva, menerima rombongan warga yang terjebak di Gaza yang tiba dari Mesir di Brasilia, Brazil, 13 November 2023.
Foto: EPA-EFE/ANDRE BORGES
Presiden Brazil, Luiz Inacio Lula da Silva, menerima rombongan warga yang terjebak di Gaza yang tiba dari Mesir di Brasilia, Brazil, 13 November 2023.

REPUBLIKA.CO.ID, BRASILIA – Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva kembali menegaskan bahwa Israel melakukan genosida di Jalur Gaza. Sebelumnya dia telah membuat pernyataan serupa dan memantik kecaman dari Tel Aviv.

"Apa yang dilakukan Israel bukanlah perang, melainkan genosida karena mereka membunuh perempuan dan anak-anak,” kata Lula da Silva saat menghadiri sebuah acara di Rio de Janeiro, dikutip laman kantor berita Palestina, WAFA, Sabtu (24/2/2024). Sejak dipersona non grata oleh Israel akibat pernyataan terdahulunya, da Silva belum mengendurkan kecaman.

Baca Juga

"Ini adalah genosida. Ribuan anak-anak tewas, ribuan hilang. Bukan tentara yang sekarat, tapi perempuan dan anak-anak di rumah sakit. Jika ini bukan genosida, saya tidak tahu apa itu genosida!” tambah da Silva.

Dia pun menyoroti krisis kemanusiaan yang kini berlangsung di Gaza. “Tidak dapat diterima bagi anak-anak dan perempuan di Gaza untuk tidur tanpa makanan atau bahkan segelas susu,” ujar da Silva menyinggung tentang minimnya konvoi bantuan kemanusiaan yang diizinkan Israel melintas ke Gaza.

Sebelumnya Lula da Silva telah menggambarkan agresi Israel yang masih berlangsung di Jalur Gaza sebagai genosida. Dia pun menyandingkan tindakan Israel dengan kekejaman yang dilakukan pemimpin Nazi, Adolf Hitler, pada era Perang Dunia II. “Apa yang terjadi di Jalur Gaza bukanlah perang, ini adalah genosida,” demikian saluran Canal Gov Brazil mengutip ucapan Lula da Silva, 18 Februari 2024 lalu.

Dia berpendapat, apa yang dihadapi dan dialami rakyat Palestina di Gaza belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah. “Sebenarnya, hal itu telah terjadi: ketika Hitler memutuskan untuk membunuh orang-orang Yahudi (pada era Perang Dunia II),” kata da Silva.

“Ini bukan perang antara tentara melawan tentara. Ini adalah perang antara tentara yang sangat siap dengan perempuan dan anak-anak,” tambahnya.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan, komentar Lula da Silva telah melewati garis merah. “Kata-kata Presiden Brasil memalukan dan mengkhawatirkan. Ini tentang meremehkan Holocaust (pembantaian Yahudi pada Perang Dunia II) serta mencoba merugikan orang-orang Yahudi dan hak Israel untuk membela diri,” ujar Netanyahu dalam sebuah pernyataan.

Saat ini Israel masih terus menggempur Jalur Gaza. Sejauh ini lebih dari 29.600 ribu warga Gaza telah terbunuh sejak Israel meluncurkan agresinya pada 7 Oktober 2023. Sebagian besar korban jiwa adalah perempuan dan anak-anak.

photo
Dunia Bersaksi Melawan Israel - (Republika)

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement