Kamis 29 Feb 2024 21:29 WIB

Pasukan Zionis Israel Tembaki Warga Gaza yang Sedang Antre Bantuan Kemanusiaan

Zionis Israel masih lakukan serangan intensif di Jalur Gaza

Rep: Lintar Satria / Red: Nashih Nashrullah
Anak-anak pengungsi Palestina antre untuk menerima makanan yang disediakan oleh relawan di kota Deir Al Balah, Jalur Gaza Selatan, Sabtu (24/2/2024). Sebanyak 1,9 juta orang telah mengungsi di Gaza akibat konflik berkepanjangan. Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) menyatakan sebagian besar warga sipil di Gaza sangat membutuhkan bantuan kemanusiaan.
Foto: EPA-EFE/MOHAMMED SABER
Anak-anak pengungsi Palestina antre untuk menerima makanan yang disediakan oleh relawan di kota Deir Al Balah, Jalur Gaza Selatan, Sabtu (24/2/2024). Sebanyak 1,9 juta orang telah mengungsi di Gaza akibat konflik berkepanjangan. Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) menyatakan sebagian besar warga sipil di Gaza sangat membutuhkan bantuan kemanusiaan.

REPUBLIKA.CO.ID, GAZA – Pihak berwenang kesehatan Gaza mengatakan pasukan Israel menembaki orang-orang yang sedang menunggu bantuan di Kota Gaza.

Serangan itu menewaskan 70 orang dan melukai 280 lainnya, salah satu rumah sakit mengatakan mereka menerima 10 jenazah dan lusinan pasien terluka.

Baca Juga

Juru bicara militer Israel mengatakan mereka tidak mengetahui adanya penembakan di lokasi tersebut. Juru bicara Kementerian Kesehatan Gaza Ashraf al-Qidra mengatakan insiden tersebut terjadi di bundaran al-Nabulsi di barat Kota Gaza.

Qidra mengatakan tim medis di Rumah Sakit al-Shifa kewalahan menghadapi jumlah dan keparahan luka dari puluhan orang yang terluka. Kepala Rumah Sakit Kamal Adwan di Kota Gaza, Hussam Abu Safieyah mengatakan ia menerima 10 jenazah dan lusinan korban luka dari insiden ini.

"Kami tidak tahu berapa banyak yang ada di rumah sakit lain," kata Safieyah dalam sambungan telepon, Kamis (29/2/2024). 

Jumlah kematian di Jalur Gaza sejak meningkatnya konflik Hamas-Israel telah melampaui 30 ribu jiwa, dengan mayoritas dari mereka adalah perempuan dan anak-anak, kata Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus pada Kamis (29/2/2024) .

“Korban tewas di Gaza telah melampaui 30 ribu orang – sebagian besar adalah perempuan dan anak-anak,” tulis Tedros dalam platform X.

Kementerian Kesehatan  Palestina juga mengatakan bahwa 70.215 warga Palestina lainnya menderita luka-luka dalam periode yang sama.

Dalam 24 jam terakhir, militer Israel melakukan 11 aksi pembantaian di Jalur Gaza sehingga menyebabkan 96 orang gugur dan 172 lainnya luka-luka.

"Ada banyak orang yang masih terjebak di bawah reruntuhan dan di jalan, sementara tim penyelamat tidak bisa menjangkau mereka," kata kementerian tersebut.

Israel telah menggempur Jalur Gaza sejak serangan lintas batas yang dilakukan kelompok perlawanan Palestina Hamas pada 7 Oktober, yang diyakini telah menyebabkan hampir 1.200 warga Israel tewas.

Sekitar 85 persen warga Gaza telah mengungsi akibat agresi Israel tersebut dan seluruh warga Palestina di sana menderita kerawanan pangan, menurut PBB.

Ratusan ribu orang tidak punya tempat berlindung, sementara jumlah truk bantuan yang memasuki wilayah tersebut berkurang hingga kurang dari separuhnya jika dibandingkan dengan sebelum konflik.

Israel dituduh melakukan genosida di Mahkamah Internasional. Lewat putusan sementara pada Januari, mahkamah itu memerintahkan Israel untuk menghentikan aksi genosida dan mengambil tindakan untuk memastikan bahwa bantuan kemanusiaan dapat disalurkan kepada warga sipil di Gaz

Genjatan senjata 

Presiden AS Joe Biden mengatakan Israel telah setuju untuk menghentikan kegiatan militer di Gaza selama bulan suci Ramadhan.

Persetujuan ini datang saat Hamas tengah mempelajari rancangan proposal untuk gencatan senjata yang mencakup jeda dalam pertempuran dan pertukaran tahanan-sandera.

Sumber senior Hamas yang dekat dengan pembicaraan gencatan senjata di Paris, mengatakan bahwa selama gencatan senjata tersebut, rumah sakit dan toko roti di Gaza akan diperbaiki, serta 500 truk bantuan akan memasuki jalur gaza setiap hari. Ini adalah upaya paling serius dalam beberapa minggu untuk mengakhiri konflik yang meletus sejak Oktober tahun lalu.

Joe biden mengatakan Israel telah setuju untuk tidak terlibat dalam aktivitas militer selama Ramadhan, juga untuk memberikan kita waktu untuk mengeluarkan semua sandera.

Ramadhan diperkirakan akan dimulai pada malam 10 Maret 2024 dan berakhir pada malam 9 April 2024.

Baca juga: Alquran Sebut Langit Tercipta Hingga 7 Lapisan, Begini Penjelasan Ilmiahnya

Pernyataannya ini direkam pada hari Senin (26/2/2024) dan disiarkan di acara NBC "Late Night with Seth Meyers” pada Selasa (27/2/2024).

Biden mengatakan, Israel telah berkomitmen untuk memungkinkan orang-orang Palestina mengungsi dari Rafah di selatan Gaza sebelum mengintensifkan kampanyenya di sana untuk menghancurkan Hamas.

Biden, berharap bahwq gencatan senjata dapat dimulai pada Senin berikutnya. “Ada terlalu banyak orang tak berdosa yang dibunuh. Dan Israel telah memperlambat serangan di Rafah," kata Biden, menambahkan bahwa gencatan senjata sementara akan memulai proses bagi Palestina untuk memiliki negara mereka sendiri.

photo
Dunia Bersaksi Melawan Israel - (Republika)

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement