Sabtu 02 Mar 2024 11:52 WIB

Kamis Pilu di Barat Daya Gaza, 112 Orang Kehilangan Nyawa

''Kami tidak ingin bantuan yang disertai dengan rentetan peluru.''

Warga Palestinia yang terluka akibat serangan Israel saat menunggu bantuan dirawat di RS Shifa, Kamis (29/2/2024).
Foto: AP Photo/Mahmoud Essa
Warga Palestinia yang terluka akibat serangan Israel saat menunggu bantuan dirawat di RS Shifa, Kamis (29/2/2024).

REPUBLIKA.CO.ID, GAZA  -- Sedikitnya 112 warga Palestina kehilangan nyawa dan lebih dari 750 lainnya terluka. Reuters mengutip pejabat kesehatan di Gaza, menyatakan 280 orang terluka. Insiden menyedihkan pada Kamis (29/2/2024) tersebut terjadi setelah pasukan Israel menembak ke arah ratusan warga Gaza yang menunggu bantuan pangan di barat daya Gaza. 

Bagaimana runtutan kejadian yang memilukan dan memicu kecaman dari dunia internasional tersebut?

Baca Juga

 

Apa yang Terjadi dan Kapan?

Insiden ini terjadi pada Kamis, sekitar 04.30 waktu setempat saat banyak orang berkerumun di Jalan Harun al-Rashid Street, Gaza. Mereka metakini truk-truk yang membawa tepung terigu menuju jalan tersebut. 

Sebuah konvoi truk melewati titik pemeriksaan itu, menuju arah utara. Orang-orang mulai berhimpun dalam kelompok-kelompok besar. Militer Israel menyatakan, konvoi yang terdiri atas 31 truk memasuki Gaza tetapi hampir 20 masuk arah utara pada Senin dan Selasa. 

Hani Mahmoud dari Aljazirah yang melaporkan dari Rafah menyatakan, saat orang-orang berkumpul dalam kelompok-kelompok besar menunggu bantuan, mereka ditembaki dengan berbagai peralatan militer. 

Laporan Associated Press (AP) menyatakan, orang-orang menarik kotak tepung dan makanan kaleng dari truk-truk itu. Setelah penembakan pertama usai, mereka kembali ke truk. Para tentara Israil sekali lagi melakukan penembakan kepada mereka. 

‘’Setelah menembak, tank-tank melaju dan melindas tubuh-tubuh yang telah mati dan yang terluka,’’ demikian pernyataan Ismail al-Ghoul dari Aljazirah yang melaporkan dari tempat kejadian.  

 

Di Mana Penembakan Terjadi?

Pihak berwenang Palestina menyatakan, penembakan terjadi di Jalan al-Rashid Street, Nabulsi Roundabout, di bagian barat daya Kota Gaza. Ini Gaza utara di mana pengiriman makanan jarang terjadi. Pengiriman pertama dalam sebulan baru tiba pekan ini. 

Penembakan terjadi satu hari setelah Deputi Direktur Eksekutif Worl Food Program (WFP) Carl Skau menyampaikan ke DK PBB bahwa lebih dari 500 ribu orang atau satu di antara empat orang berisiko mengalami kelaparan. 

Selain itu, satu dari enam anak di bawah umur dua tahun diduga mengalami malnutrisi akut. 

sumber : AP/Reuters
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement