Sabtu 09 Mar 2024 14:27 WIB

Inggris akan Turut Serta dalam Misi Maritim Kirimkan Bantuan Langsung ke Gaza

Warga Gaza menghadapi krisis kelaparan terburuk sepanjang sejarah

Anak-anak pengungsi Palestina antre untuk menerima makanan yang disediakan oleh relawan di kota Deir Al Balah, Jalur Gaza Selatan, Sabtu (24/2/2024). Sebanyak 1,9 juta orang telah mengungsi di Gaza akibat konflik berkepanjangan. Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) menyatakan sebagian besar warga sipil di Gaza sangat membutuhkan bantuan kemanusiaan.
Foto: EPA-EFE/MOHAMMED SABER
Anak-anak pengungsi Palestina antre untuk menerima makanan yang disediakan oleh relawan di kota Deir Al Balah, Jalur Gaza Selatan, Sabtu (24/2/2024). Sebanyak 1,9 juta orang telah mengungsi di Gaza akibat konflik berkepanjangan. Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) menyatakan sebagian besar warga sipil di Gaza sangat membutuhkan bantuan kemanusiaan.

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON— Inggris akan bergabung dengan Amerika Serikat dan sejumlah mitra internasional untuk membuka koridor maritim guna "mengirimkan bantuan langsung ke Gaza.

"Bersama dengan Amerika Serikat, Inggris, dan beberapa mitra telah mengumumkan bahwa kami akan membuka koridor maritim untuk mengirimkan bantuan langsung ke Gaza," kata Menteri Luar Negeri Inggris David Cameron pada Jumat.

Baca Juga

Dia juga menekankan bahwa 2 juta orang di wilayah kantong Palestina yang terkepung itu berada dalam "kebutuhan kemanusiaan yang memprihatinkan".

Pada Selasa (5/3/2024), Juru Bicara Dewan Keamanan Nasional Amerika Serikat John Kirby mengatakan bahwa Amerika Serikat sedang berupaya membuka koridor maritim untuk mengirimkan bantuan kemanusiaan ke wilayah tersebut.

Presiden Amerika Serikat Joe Biden kemudian mengatakan bahwa mereka akan mendirikan dermaga terapung di lepas pantai daerah kantong tersebut.

Italia juga mengatakan bahwa mereka akan bergabung dalam satu inisiatif untuk menciptakan koridor maritim kemanusiaan.

"Kami terus mendesak Israel untuk mengizinkan lebih banyak truk masuk ke Gaza sebagai cara tercepat untuk memberikan bantuan kepada mereka yang membutuhkan," tambah Cameron.

Menteri Pertahanan Inggris Grant Shapps juga mengatakan bahwa mereka bekerja sama dengan sekutu untuk membuka koridor dalam upaya "mempercepat" pengiriman.

"Angkatan bersenjata kami di wilayah ini sudah mendukung pengiriman bantuan melalui darat dan udara dan kami akan terus melakukan semua yang kami bisa untuk memberikan bantuan kepada mereka yang membutuhkan," tambahnya di platform X.

Israel telah melancarkan serangan mematikan di Jalur Gaza menyusul serangan lintas batas oleh kelompok Palestina Hamas pada 7 Oktober.

Pembombardiran oleh Israel telah menewaskan lebih dari 30.800 orang dan melukai lebih dari 72 ribu lainnya dengan kehancuran massal dan kekurangan bahan kebutuhan pokok.

Baca juga: Bawah Masjid Al Aqsa Penuh Terowongan, Mitos Kuil Sulaiman dan Sapi Merah yang tak Muncul

Menurut laporan PBB, Perang Israel telah menyebabkan 85 persen populasi Gaza mengungsi di tengah kekurangan makanan, air bersih dan obat-obatan, sementara 60 persen infrastruktur di wilayah tersebut telah rusak atau hancur total.

Israel dituduh melakukan genosida dalam sidang Mahkamah Internasional (ICJ). Keputusan sementara pada Januari lalu memerintahkan Tel Aviv untuk menghentikan tindakan genosida dan mengambil langkah untuk menjamin bahwa bantuan kemanusiaan diberikan kepada warga sipil di Gaza.

photo
Kelaparan Esktrem di Gaza - (Republika)

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement