Kamis 14 Mar 2024 21:48 WIB

Rusia Gelar Serangan Drone Massal ke Ukraina

Serangan massal Rusia merusak infrastruktur sipil Ukraina.

Rep: Lintar Satria/ Red: Friska Yolandha
Foto yang diambil dari video yang dirilis Layanan Pers Kementerian Pertahanan Rusia pada Rabu, 13 Maret 2024 ini menunjukkan hancurnya helikopter Angkatan Bersenjata Ukraina di lokasi penerjunan di lokasi yang dirahasiakan di wilayah Donetsk, Ukraina timur.
Foto: Russian Defense Ministry Press Service via AP
Foto yang diambil dari video yang dirilis Layanan Pers Kementerian Pertahanan Rusia pada Rabu, 13 Maret 2024 ini menunjukkan hancurnya helikopter Angkatan Bersenjata Ukraina di lokasi penerjunan di lokasi yang dirahasiakan di wilayah Donetsk, Ukraina timur.

REPUBLIKA.CO.ID, KIEV -- Pasukan Rusia meluncurkan tiga lusin drone ke seluruh penjuru Ukraina. Pihak berwenang Ukraina mengatakan serangan pada Rabu (13/3/2024) malam itu menghantam infrastruktur-infrastruktur sipil.

Di aplikasi kirim-pesan Telegram, Gubernur Kharkiv Oleh Synehubov mengatakan perbaikan infrastruktur sedang dilakukan setelah "objek infrastruktur televisi" terkena serangan. Namun ia tidak menjelaskan lebih lanjut.

Baca Juga

Pihak berwenang di wilayah tetangga, Sumy mengatakan infrastruktur di empat kotanya diserang dengan drone produksi Iran. Militer Ukraina mengatakan mereka menembak jatuh 22 dari 36 drone yang diluncurkan Rusia semalam.

Para pejabat setempat mengatakan lima drone ditembak jatuh di atas wilayah Mykolaiv selatan dan Dnipropetrovsk tenggara Ukraina. Belum ada rincian lebih lanjut di mana drone-drone lain ditembak jatuh.

Dalam invasinya yang sudah berlangsung dua tahun Rusia rutin menggelar serangan udara ke pusat-pusat populasi di belakang garis pertempuran.

Sementara itu manajemen pembangkit listrik tenaga nuklir (PTLN) Zaporizhzhia, PLTN terbesar di Eropa yang kini dikuasai Rusia, mengatakan tentara Ukraina  menembaki sebuah fasilitas infrastruktur penting di pembangkit listrik tersebut. Manajemen mengatakan sebuah alat peledak dijatuhkan di dekat pagar di mana tangki bahan bakar diesel berada.

"Serangan seperti itu tidak dapat diterima," katanya.

Belum diketahui kapan serangan itu terjadi. Laporan dari kedua belah yang bertikai belum dapat diverifikasi secara mandiri.

Direktur Jenderal Badan Energi Atom Internasional Rafael Grossi sudah berulang kali memperingatkan akan bahaya serangan terhadap PLTN tersebut.

Rusia dan Ukraina saling menyalahkan satu sama lain atas serangan ke PLTN  Zaporizhzhia sebelumnya yang meruntuhkan saluran listrik dan membahayakan generator.

sumber : Reuters
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement