Rabu 20 Mar 2024 11:19 WIB

Makin Erat, Delegasi Rusia Kunjungi Korut

Rombongan akan menampilkan pertunjukan balet "Sleeping Beauty" di teater Pyongyang.

Presiden Rusia Vladimir Putin bersalaman dengan Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong-un di Vladivostok, Rusia, Kamis (25/4).
Foto: Alexei Nikolsky, Sputnik, Kremlin Pool Photo
Presiden Rusia Vladimir Putin bersalaman dengan Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong-un di Vladivostok, Rusia, Kamis (25/4).

REPUBLIKA.CO.ID, SEOUL -- Delegasi Rusia yang dipimpin oleh Wakil Menteri Kebudayaan Rusia, Andrei Maluishev, telah tiba di Pyongyang, Korea Utara, di tengah hubungan bilateral yang semakin erat setelah pertemuan pemimpin kedua negara pada September 2023 lalu.

Kantor Berita Pusat Korea Utara, KCNA menyampaikan, delegasi Rusia tiba di Korea Utara pada Senin (18/3/2024) dalam rangka peringatan 75 tahun perjanjian bilateral mengenai kerja sama ekonomi dan budaya. Delegasi tersebut termasuk anggota rombongan seni untuk Teater Mariinsky cabang Primorsky di Vladivostok, Rusia.

Baca Juga

Media Rusia sebelumnya melaporkan bahwa rombongan tamu tersebut akan menampilkan pertunjukan balet "Sleeping Beauty" dan "Firebird" di Teater Seni Mansudae di Pyongyang. Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un menonton balet "Sleeping Beauty” di sebuah teater di Vladivostok pada bulan September 2023 setelah pembicaraan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di pelabuhan antariksa Vostochny di Timur Jauh Rusia.

Secara terpisah, KCNA mengatakan delegasi yang dipimpin oleh Oleg Kozhemyako, gubernur wilayah Primorsky Krai di Rusia timur jauh yang berbatasan dengan Korea Utara, sudah tiba di Pyongyang sehari sebelumnya. Kunjungan itu menandai kunjungan kedua Kozhemyako ke Pyongyang sejak bulan Desember ketika ia bertemu dengan Perdana Menteri Korea Utara Kim Tok-hun, di tengah spekulasi bahwa Korut berusaha mengirim para pekerja ke Rusia untuk mendapatkan dana uang tunai yang sangat dibutuhkan.

Tercatat pada 5 Februari 2024, sekitar 300 orang yang diduga pekerja Korea Utara tiba di stasiun kereta api dekat Vladivostok, kata peneliti senior di Institut Unifikasi Nasional Korea Cho Han-bum, mengutip sumber yang tidak disebutkan namanya di Rusia. Padahal, pengiriman pekerja Korea Utara ke luar negeri dilarang berdasarkan resolusi Dewan Keamanan PBB karena adanya program nuklir dan rudal Pyongyang. Semua negara anggota PBB diharuskan memulangkan warga Korea Utara yang memperoleh penghasilan di yurisdiksi mereka pada akhir 2019.

Adapun Korea Utara dan Rusia telah memperdalam kerja sama di berbagai bidang setelah pertemuan puncak antara Kim dan Putin pada September 2023 lalu.

 

sumber : Antara, Yonhap
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement