Sabtu 23 Mar 2024 07:16 WIB

AS Sebut ISIS Bertanggung Jawab atas Penembakan Massal di Moskow

AS mengumpulkan informasi bahwa ISIS telah merencanakan serangan terhadap Moskow.

Api membubung di atas tempat konser Balai Kota Crocus menyusul penembakan di Krasnogorsk, di luar Moskow, Rusia, (22/3/2024).
Foto: EPA
Api membubung di atas tempat konser Balai Kota Crocus menyusul penembakan di Krasnogorsk, di luar Moskow, Rusia, (22/3/2024).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Amerika Serikat menyebut ISIS bertanggung jawab atas teror penembakan massal di sebuah konser grup rock ‘Picnic’ di gedung Crocus City Hall di Krasnogorsk, pinggiran barat Moskow, Jumat (23/3/2024). Serangan sekelompok orang bersenjata otomatis dan berpakaian kamuflase itu menyebabkan 40 orang tewas dan sekitar 100 orang terluka.

Pejabat kontraterorisme AS mengatakan ISIS berusaha meningkatkan serangan eksternalnya setelah periode yang relatif tenang. ‘’Sebuah cabang ISIS pada Jumat mengaku bertanggung jawab atas serangan di Moskow yang menewaskan sedikitnya 40 orang dan melukai sekitar 100 lainnya. Dan, para pejabat AS mengkonfirmasi klaim tersebut tidak lama kemudian,’’ sebut New York Times dalam laporannya berjudul ‘US Says ISIS Was Responsible for Deadly Moscow Concert Hall Attack’.

Amerika Serikat mengumpulkan informasi intelijen pada bulan Maret bahwa ISIS-Khorasan telah merencanakan serangan terhadap Moskow. Cabang kelompok ISIS yang berbasis di Afghanistan ini dikenal sebagai ISIS-K.

Pejabat kontraterorisme AS menyebut ISIS berusaha meningkatkan serangan eksternalnya setelah periode yang relatif tenang. Sebagian besar rencana di Eropa telah digagalkan, sehingga memicu penilaian bahwa kelompok tersebut telah mengurangi kemampuan mereka.

‘’Anggota ISIS telah aktif di Rusia,'' kata seorang pejabat AS.

Sementara analis kontraterorisme di Soufan Group, Colin P. Clarke, menyebut ISIS-K telah terpaku pada Rusia selama dua tahun terakhir. Analis di perusahaan konsultan keamanan yang berbasis di New York ini mengatakan,“ISIS-K menuduh Kremlin memiliki darah Muslim di tangannya, merujuk pada intervensi Moskow di Afghanistan, Chechnya, dan Suriah.”

Kronologi Kejadian

Setidaknya lima pria bersenjata yang terlihat...

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement