Kamis 28 Mar 2024 22:45 WIB

Hamas Kutuk Pembunuhan yang Dilakukan Israel Pada Dua Warga Sipil tak Bersenjata

Israel merupakan pembunuh berdarah dingin.

Rep: Lintar Satria/ Red: Muhammad Hafil
Umat Islam berada di pos pemeriksaan untuk masuk Masjid Al-Aqsa, Yerusalem, Jumat (15/3/2024). Israel melakukan berbagai pembatasan untuk umat muslim masuk ke masjid Al-Aqsa di hari Jumat  pertama bulan suci Ramadhan. Jamaah wajib mendapatkan surat izin dan kartu magnet valid untuk bisa masuk ke masjid. Tentara Israel juga memasang penghalang di tiga gerbang menuju masjid Al-Aqsa. Sholat Jumat awal Ramadhan di masjid Al-Aqsa terlihat dihadiri ribuan umat muslim.
Foto: AP Photo/Mahmoud Illean
Umat Islam berada di pos pemeriksaan untuk masuk Masjid Al-Aqsa, Yerusalem, Jumat (15/3/2024). Israel melakukan berbagai pembatasan untuk umat muslim masuk ke masjid Al-Aqsa di hari Jumat  pertama bulan suci Ramadhan. Jamaah wajib mendapatkan surat izin dan kartu magnet valid untuk bisa masuk ke masjid. Tentara Israel juga memasang penghalang di tiga gerbang menuju masjid Al-Aqsa. Sholat Jumat awal Ramadhan di masjid Al-Aqsa terlihat dihadiri ribuan umat muslim.

REPUBLIKA.CO.ID,GAZA -- Hamas mengutuk pembunuhan yang dilakukan Israel pada dua warga sipil tak berdosa yang membawa bendera putih. Usai dibunuh jenazah dua orang itu dilindas buldoser. Hamas menyebut rekaman video jaringan media Aljazirah yang menunjukkan peristiwa itu sebagai pembunuhan "berdarah dingin."

"Ini bukti lebih lanjut skala fasisme dan perilaku kriminal pemerintah Zionis, dalam konteks perang brutal untuk memusnahkan rakyat kami di Jalur Gaza," kata Hamas dalam pernyataannya seperti dikutip Aljazirah, Kamis (28/3/2024).

Baca Juga

"Kami menyerukan PBB dan semua institusi yudisial internasional, terutama Mahkamah Pidana Internasional, untuk mengambil langkah mendesak menghentikan pembunuhan sistematis rakyat kami, dan mengambil langkah yang diperlukan untuk meminta pertanggungjawaban entitas jahat ini dan pemimpin teroris penjahat perang atas kejahatan yang mereka lakukan pada anak-anak dan warga sipil tak bersenjata," tambah Hamas.

Setelah jaringan media Aljazirah menyiarkan video yang menunjukkan dua pria tak bersenjata ditembak dan jenazah mereka dilindas buldoser tentara Israel di utara Gaza, PRCS mendesak masyarakat internasional untuk menuntut pertanggungjawaban Israel.

"Peristiwa brutal dan mengerikan ini karena kita sedang melihat pembunuhan ekstrayudisial," kata juru bicara PRCS Nebal Farsakh.

Ia menambahkan sudah sangat jelas Israel mencoba untuk menutupi bukti. "Israel berhasil lolos karena kebungkaman masyarakat internasional. Berapa ribu lagi rakyat Palestina yang dibunuh sebelum dunia mengambil langkah serius untuk meminta pertanggungjawaban Israel dan melakukan gencatan senjata segera dan berkelanjutan?” tambahnya.

Farsakh mengatakan situasi di lapangan di Gaza semakin buruk. Israel melanjutkan serangan yang disengaja ke pekerja kemanusiaan dan warga sipil. 

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement