Selasa 02 Apr 2024 20:26 WIB

Presiden Yoon: Rudal Korut Coba Ganggu Pemilu Korsel

Rudal Korut meluncur dengan jarak sekitar 600 km sebelum mendarat di Laut Timur.

Presiden Yoon Suk-yeol.
Foto: EPA-EFE/YONHAP
Presiden Yoon Suk-yeol.

REPUBLIKA.CO.ID, SEOUL -- Presiden Korea Selatan, Yoon Suk-yeol, pada Selasa (2/4/2024) mengatakan Korea Utara berupaya mengguncang masyarakat Korea Selatan menjelang pemilihan umum dengan menembakkan rudal balistik jarak menengah ke Laut Timur. Rudal tersebut meluncur dengan jarak sekitar 600 kilometer sebelum mendarat di Laut Timur.

''Rezim Korea Utara berusaha mengguncang masyarakat kita menjelang pemilihan umum, sambil terus melanjutkan penembakan rudal dan provokasi militer lainnya,'' kata Yoon.

Yoon menyampaikan pernyataan tersebut dalam rapat Kabinet Pemerintah Korsel yang diadakan di pusat kota Sejong. Pernyataannya dikeluarkan beberapa jam setelah Korea Utara menembakkan rudal balistik ketiganya tahun ini.

Menurut Yoon, provokasi-provokasi tersebut hanya akan menyatukan dan memperkuat pikiran rakyat Korsel. Yoon juga menyerukan kesiapan yang kuat untuk menghadapi provokasi lainnya.

Yoon juga berjanji akan mengucurkan dana darurat tanpa batas untuk jangka waktu yang tidak ditentukan guna menstabilkan kenaikan harga produk pertanian dan peternakan. Menurut data pemerintah Korsel, inflasi negara tersebut tetap di atas tiga persen untuk bulan kedua berturut-turut pada Maret.

Terutama pada harga produk pertanian, peternakan, dan perikanan naik 11,7 persen dibandingkan pada Maret tahun lalu. Hal tersebut merupakan kenaikan tertinggi sejak April 2021, ketika harga-harga naik hingga 13,2 persen.

sumber : Antara/Yonhap-OANA
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement