Senin 08 Apr 2024 20:07 WIB

UNRWA: Israel Langgar Semua Batas di Gaza

Perang ini memecahkan semua rekor superlatif dengan jumlah anak-anak yang terbunuh.

Rep: Lintar Satria/ Red: Gita Amanda
UNRWA menyatakan Israel telah melanggar semua batas di Gaza. (ilustrasi)
Foto: EPA-EFE/ABIR SULTAN
UNRWA menyatakan Israel telah melanggar semua batas di Gaza. (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, GAZA -- Komisioner jenderal badan bantuan pengungsi PBB untuk Palestina (UNRWA) Philippe Lazzarini mengatakan tidak ada kata-kata yang bisa mengungkapkan kengerian yang dialami rakyat Gaza selama enam bulan terakhir.

"Perang ini memecahkan semua rekor superlatif dengan jumlah anak-anak yang terbunuh, pekerja bantuan, jurnalis, dan tim medis terbanyak," katanya dalam pernyataan yang dirilis di media sosial X, seperti dikutip dari Aljazirah, Senin (7/4/2024).  

Baca Juga

Ia juga mengecam "serangan yang belum pernah terjadi sebelumnya" terhadap rumah sakit dan juga gedung-gedung PBB sebagai bentuk pengabaian terang-terangan Israel terhadap hukum humaniter internasional. Lazzarini mengatakan perang di Gaza melanggar semua batas.

"Perang ini semakin buruk dengan penyalahgunaan teknologi yang dilakukan manusia terhadap manusia lain secara massal," katanya.

Ia juga mengatakan situasi di kantong pemukiman itu diperburuk kelaparan yang sengaja diciptakan pengepungan Israel. Lazzarini menutup pernyataannya dengan menyerukan agar semua sandera Israel di Gaza dibebaskan dan gencatan senjata segera disepakati dan diterapkan.

Ia menambahkan Israel harus membuka semua perbatasan darat dan mencabut semua pembatasan terhadap UNRWA tanpa ditunda. Sementara itu Dana Populasi PBB mengatakan sudah tidak dimungkinkan lagi kehamilan sehat di Gaza.

"155 ribu wanita hamil dan ibu baru di sana hidup dengan stres yang tak terbayangkan," kata badan tersebut dalam unggahannya di media sosial Instagram.

"Mereka menghadapi ketakutan akan kematian tidak hanya karena serangan udara, tetapi juga karena komplikasi kehamilan atau kelahiran karena layanan kesehatan yang menyelamatkan nyawa telah runtuh. Sekarang, enam bulan setelah perang, mereka juga menghadapi kelaparan," katanya.

"Para ibu hamil membutuhkan gencatan senjata sekarang dan akses tanpa batas untuk mendapatkan bantuan sehingga mereka dapat menerima makanan, perawatan kesehatan, keselamatan, dan keamanan yang sangat mereka butuhkan," ujar UNRWA.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement