Rabu 24 Apr 2024 16:49 WIB

Sunak Berjanji Naikan Anggaran Pertahanan Inggris

Sunak ditekan Partai Konservatif untuk meningkatkan anggaran pertahanan lebih cepat.

Rep: Lintar Satria/ Red: Setyanavidita livicansera
Perdana Menteri Inggris Rishi Sunak berbicara saat menghadiri acara perbincangan dengan CEO Tesla dan SpaceX Elon Musk di London, Kamis, (2/11/2023).
Foto: AP Photo/Kirsty Wigglesworth
Perdana Menteri Inggris Rishi Sunak berbicara saat menghadiri acara perbincangan dengan CEO Tesla dan SpaceX Elon Musk di London, Kamis, (2/11/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Perdana Menteri Inggris Rishi Sunak mengatakan ia akan menaikan anggaran pertahanan menjadi 2,5 persen Produk Domestik Bruto (PDB) untuk mencapai 87 miliar poundsterling atau 108 miliar dolar AS pada tahun 2030. Ia mengatakan Inggris tidak akan berpuas diri saat dunia dalam keadaan paling berbahaya sejak Perang Dingin.

Sunak ditekan Partai Konservatif untuk meningkatkan anggaran pertahanan lebih cepat. Setelah ia mengatakan ia dapat melakukan hanya bila "kondisi ekonomi memungkinkannya." Kenaikan anggaran pertahanan dari 2,32 persen dari PDB ini tidak hanya akan disambut baik dari partai perdana menteri.

Baca Juga

Namun juga akan memperlemah penantang di pemilihan umum berikutnya. Di mana Partai Konservatif diperkirakan akan kalah. Pengumuman ini juga disambut baik Sekretaris Jenderal Organisasi Pertahanan Atlantik Utara (NATO) Jens Stoltenberg yang meminta negara anggota memenuhi komitmen anggaran pertahanan dua persen dari PDB.

"Kami tidak bisa berpuas diri saat dunia berada dalam keadaan paling berbahaya sejak berakhirnya Perang Dingin, saat musuh-musuh kami bersatu, kami harus bertindak lebih untuk membela negara, kepentingan dan nilai-nilai kami," katanya dalam konferensi pers dengan Stoltenberg, Selasa (23/4/2024).

"Hari ini merupakan titik balik keamanan Eropa dan momen penting bagi pertahanan Inggris. Ini investasi antar generasi di keamanan dan kemakmuran Inggris, yang membuat kami lebih aman di dalam negeri dan lebih kuat di luar negeri," tambahnya.

Pemerintah Inggris mengatakan pertahanan akan mendapatkan tambahan anggaran sebesar 75 miliar pounds selama enam tahun. Menjadikan Inggris negara dengan anggaran pertahanan terbesar kedua di NATO.

Pengumuman ini disampaikan setelah Sunak berjanji meningkatkan bantuan militer ke Ukraina sebesar 500 juta pounds sehingga total bantuan ke negara itu untuk tahun finansial tahun ini menjadi tiga miliar pounds. Janji yang disambut baik Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy.

Pada wartawan yang ikut dengannya dalam perjalanan ke Warsawa, Polandia, Sunak mengatakan ia terlibat dalam perjalanan itu. Sebab ia berbicara dulu dengan Zelenskyy mengenai paket bantuan dan sistem pertahanan udara yang dibutuhkan Ukraina.

Zelenskyy berulang kali meminta lebih banyak sistem pertahanan udara untuk melindungi rakyat Ukraina dari semakin intensifnya pengeboman yang dilakukan Rusia. Jerman negara pertama NATO yang memenuhi permintaan itu dan meningkatkan pengirimannya.

Ditanya apakah Inggris mendukung usulan Jerman untuk mendapatkan lebih banyak sistem pertahanan udara. Sunak menegaskan apa yang sudah dikirim Inggris dan paket bantuan baru termasuk 60 kapal, lebih dari 1.600 rudal sistem pertahanan udara dan hampir 4 juta amunisi juga akan membantu Ukraina.

Inggris mengirimkan sistem pertahanan udara anti-rudal Sky Sabre untuk Polandia sebagai upaya membantu pertahanan negara itu. "Jadi saya sepakat pertahanan udara merupakan bidang yang penting di mana Ukraina perlu bantuan. Dan memang saya berbicara dengan Zelenskyy lewat telepon pagi ini," katanya.

"Dan saya dan ia membicarakan pertahanan udara, salah satu dari banyak yang kami bahas," tambah Sunak. Ia menambahkan akan membahas masalah ini dengan Stoltenberg, Perdana Menteri Polandia Donald Tusk dan Kanselir Jerman Olaf Scholz. Zelenskyy menyambut baik paket bantuan baru tersebut.

"Storm Shadow dan rudal lain, ratusan kendaraan lapis baja dan kendaraan air, amunisi, semua ini diperlukan medan perang," kata Zelenskky di media sosial X. Sunak mengulang argumennya Inggris kerap menjadi negara pertama yang mengirimkan senjata ke Ukraina. Ia mendesak negara-negara Eropa memenuhi komitmen NATO mereka.

"Kami juga melakukan hal yang benar dan di saat yang sama itulah mengapa penting Eropa berinvestasi pada keamanan mereka sendiri. Terdapat berita yang sangat baik dari Amerika Serikat pada akhir pekan tapi itu tidak menjauhkan kebutuhan Eropa untuk berinvestasi pada keamanannya sendiri," kata Sunak.

Ia akan berkunjung ke Polandia dan Jerman dalam perjalanan luar negeri pertamanya dalam beberapa bulan. Tur ini bertujuan untuk menunjukkan pada partainya yang bergejolak ia masih memegang kendali menjelang pemilihan umum tahun ini.

sumber : Reuters
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement