Jumat 26 Apr 2024 18:09 WIB

Tim Penyelamat Palestina Temukan Bukti IDF Ambil Organ Warga Gaza Sebelum Dikubur Massal

Beberapa jenazah ditemukan dengan kondisi tangan terikat dan perut tersayat.

Warga Palestina mendoakan jenazah korban pemboman Israel yang dibawa dari Rumah Sakit Shifa sebelum menguburkannya di kuburan massal di kota Khan Younis, Jalur Gaza Selatan.
Foto: AP Photo/Mohammed Dahman
Warga Palestina mendoakan jenazah korban pemboman Israel yang dibawa dari Rumah Sakit Shifa sebelum menguburkannya di kuburan massal di kota Khan Younis, Jalur Gaza Selatan.

REPUBLIKA.CO.ID, GAZA -- Tim penyelamat Palestina yang mengumpulkan jenazah warga sipil dari kuburan massal di Kompleks Medis Nasser di Gaza selatan, mengatakan mereka menemukan bukti yang menunjukkan pengambilan organ oleh pasukan Israel, menurut laporan media pada Jumat (26/4/2024). Setidaknya ada 392 jenazah yang telah diambil dari kuburan massal di Khan Younis, setelah pasukan Israel menarik diri dari kota itu pada awal April, dan 165 jenazah lainnya masih belum teridentifikasi, demikian sebut kantor berita Palestina WAFA.

Paramedis dan penyelamat mengatakan bahwa beberapa jenazah ditemukan dengan kondisi tangan terikat dan perut tersayat, sehingga menimbulkan kecurigaan adanya pencurian organ. Puluhan jenazah juga ditemukan di kuburan massal setelah pasukan Israel meninggalkan Kompleks Rumah Sakit Al Shifa di Kota Gaza dan Rumah Sakit Kamal Adwan di Jalur Gaza, sebut laporan itu.

Baca Juga

Pada 7 Oktober 2023, gerakan Palestina Hamas melancarkan serangan roket skala besar terhadap Israel dan melanggar perbatasan, menyerang lingkungan sipil dan pangkalan militer. Hampir 1.200 orang di Israel tewas dan sekitar 240 lainnya diculik dalam serangan itu.

Sebagai serangan balasan, Israel memerintahkan blokade total terhadap Gaza, dan mulai melakukan serangan darat ke daerah kantong Palestina dengan tujuan untuk melenyapkan pejuang Hamas dan menyelamatkan para sandera. Namun, serangan itu mengakibatkan lebih dari 34.300 warga Palestina tewas hingga saat ini di Jalur Gaza, menurut otoritas setempat.

 

sumber : Antara, Sputnik
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement