Senin 29 Apr 2024 12:47 WIB

Perdana Menteri Italia akan Maju dalam Pemilihan Parlemen Eropa

Parlemen Eropa akan menggelar pemilihan umum pada 6 sampai 9 Juni 2024.

Rep: Lintar Satria/ Red: Setyanavidita livicansera
Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni, kanan, menyambut Presiden Argentina Javier Milei saat dia tiba di kantor pemerintahan Chigi di Roma, Senin, (12/2/2024).
Foto: AP Photo/Alessandra Tarantino
Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni, kanan, menyambut Presiden Argentina Javier Milei saat dia tiba di kantor pemerintahan Chigi di Roma, Senin, (12/2/2024).

REPUBLIKA.CO.ID, ROMA -- Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni mengumumkan ia akan maju sebagai kandidat dalam pemilihan Eropa bulan Juni lalu. Sebagai upaya untuk meningkatkan dukungan pada Partai Persaudaraan Italia yang ia pimpin, meski ia tidak akan menduduki jabatan di parlemen Eropa bila terpilih.

Parlemen Eropa akan menggelar pemilihan umum pada 6 sampai 9 Juni 2024. Pemilihan ini akan menguji kekuatan koalisi pemerintah sayap kanan Meloni yang berusia 18 bulan. "Kami ingin melakukan sesuatu di Eropa dengan apa yang sudah kami lakukan di Italia, menciptakan mayoritas yang menyatukan kekuatan moderat-kanan dan mengirim kiri ke oposisi," kata Meloni di konferensi partai yang ia pimpin di Kota Pescara, Ahad (28/4/2024).

Baca Juga

Pertemuan itu untuk menetapkan kebijakan-kebijakan partai di Uni Eropa dan meluncurkan kampanye pemilihan parlemen Eropa. Saat menjadi oposisi, Meloni yang akar partainya dapat dilacak hingga kelompok fasis Benito Mussolini, menyerukan Italia meninggalkan zona euro.

Seruan yang juga ia sampaikan dalam kampanye pemilihan umum Italia pada 2022 lalu menimbulkan kekhawatiran di beberapa negara Eropa. Namun saat berkuasa ia justru mengikuti langkah-langkah pro-Eropa terutama di bidang kebijakan luar negeri seperti isu-isu di Ukraina dan Timur Tengah.

Jajak pendapat terakhir menunjukkan Partai Persaudaraan Italia merupakan partai paling populer di negara itu dengan 27 persen dukungan. Lebih unggul dari oposisi Partai Demokrat (PD) yang mendapatkan 20 persen dukungan dan partai kiri 5-Star Movement yang mendapatkan 16 persen dukungan.

Meloni akan menjadi nama pertama dari Partai Persaudaraan Italia di lima konstituen Italia di pemilihan Eropa. Tapi ia berjanji tidak akan menggunakan "satu menit" pun waktunya sebagai perdana menteri untuk berkampanye.

Pekan lalu, Ketua PD Elly Schlein mengumumkan ia juga akan maju dalam pemilihan itu begitu pula ketua partai moderat Forza Italia Antonio Tajani yang masuk dalam koalisi pemerintah. Tiga ketua partai itu berharap mendapat memenangkan suara dari orang-orang yang tidak tertarik pada politik tapi tertarik dengan nama-nama ketua partai di surat suara.  

Dengan asumsi mereka terpilih, Meloni, Schlein dan Tajani diperkirakan akan menyerahkan kursi mereka, membuka jalan bagi kandidat runner-up. 

sumber : Reuters
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement