Selasa 07 May 2024 10:00 WIB

Menlu RI Undang Gambia ke Forum Indonesia-Afrika Kedua di Bali

Indonesia pada 1998 telah mendirikan ARFTC seluas 6,6 hektare di Jenoi, Gambia.

Menlu RI Retno Marsudi (kanan) menerima kunjungan Menlu Gambia Mamadou Tangara (kiri) di Gedung Pancasila, Jakarta, pada Selasa (24/1/2023).
Foto: Antara/Kemlu RI
Menlu RI Retno Marsudi (kanan) menerima kunjungan Menlu Gambia Mamadou Tangara (kiri) di Gedung Pancasila, Jakarta, pada Selasa (24/1/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, BANJUL -- Menteri Luar Negeri Republik Indonesia (Menlu RI) Retno Marsudi mengundang Menteri Luar Negeri Gambia Mamadou Tangara untuk menghadiri Forum Indonesia-Afrika (IAF) ke-2 di Bali pada September 2024. 

"Dalam pertemuan dengan Menlu Gambia, saya juga mengundang partisipasi pemerintah dan kalangan bisnis Gambia untuk hadir pada Indonesia-Africa Forum ke-2, tanggal 3-4 September di Bali," kata Menlu Retno dalam jumpa pers secara daring dari Banjul, Gambia, Ahad (5/5/2024).

Baca Juga

Selain memberikan undangan ke IAF ke-2 di Bali, Menlu Retno bersama dengan Menlu Gambia juga menandatangani Perjanjian Bebas Visa untuk pemegang Paspor Diplomatik dan Dinas. Sementara itu, Menlu Gambia mengapresiasi komitmen Indonesia untuk merevitalisasi the Agricultural Rural Farmer Training Centre (ARFTC) di Jenoi, Gambia.

Indonesia pada 1998 telah mendirikan ARFTC seluas 6,6 hektar di Jenoi, Gambia. ARFTC merupakan pusat pelatihan yang dibangun berdasarkan kerja sama antara pemerintah Gambia, Pemerintahan Indonesia, dan Food Agriculture Organization (FAO) guna membantu peningkatan produktivitas pangan di Gambia dan negara-negara Afrika Barat.

Lebih lanjut, Retno mengatakan, setelah bertemu dengan Menlu Gambia, dirinya juga melakukan kunjungan kehormatan kepada Presiden Gambia. Dalam kunjungan tersebut, Menlu Retno membahas komitmen kedua negara untuk meningkatkan kerja sama ekonomi.

Menlu menyebutkan bahwa nilai perdagangan Indonesia dengan Gambia pada 2023 mencapai 64,2 juta dolar AS dan Indonesia mengalami surplus 56,2 juta dolar AS. "Ini merupakan peningkatan yang cukup signifikan dari angka tahun 2022, yaitu 47,2 juta dolar AS, di mana Indonesia juga mengalami surplus 47,2 juta (dolar AS). Sementara pada tahun-tahun sebelumnya, Indonesia selalu alami defisit," kata dia.

Sementara itu, dalam agenda terakhirnya di Gambia, Menlu Retno juga melakukan pertemuan dengan Konsul Kehormatan (Konhor) RI untuk Gambia, Alieu Secka. Dalam kesempatan itu, Menlu menyampaikan apresiasi atas dukungan Konhor Secka dalam upaya Indonesia untuk mempromosikan barang-barang ekspor Indonesia, dan menjadi jembatan bagi para mahasiswa Gambia yang belajar di Indonesia.

Menlu juga meminta bantuan Konhor untuk mempromosikan IAF ke-2 yang akan digelar di Bali pada September 2024.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement