Jumat 10 May 2024 17:44 WIB

Israel akan Terima Bantuan Senjata Senilai Miliaran Dolar dari AS

AS juga meninjau ulang pengiriman senjata karena khawatir digunakan untuk serang Gaza

Rep: Lintar Satria/ Red: Friska Yolandha
 A group of Israeli soldiers holds an Israeli flag as they gather with military vehicles at an undisclosed position near the border fence with the Gaza Strip, in southern Israel, 09 May 2024. US Defense Secretary Austin at a Senate Appropriations Committee meeting on 08 May confirmed the Biden administration
Foto: EPA-EFE/ABIR SULTAN
A group of Israeli soldiers holds an Israeli flag as they gather with military vehicles at an undisclosed position near the border fence with the Gaza Strip, in southern Israel, 09 May 2024. US Defense Secretary Austin at a Senate Appropriations Committee meeting on 08 May confirmed the Biden administration

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Israel akan mendapatkan bantuan senjata dari Amerika Serikat (AS) senilai miliaran dolar. Hal ini dilakukan Di tengah rencana pemerintah Presiden AS Joe Biden menangguhkan pengiriman bom dan meninjau ulang pengiriman senjata lainnya karena khawatir digunakan untuk menimbulkan kehancuran lebih parah ke warga sipil Palestina.

Pekan ini seorang pejabat AS mengatakan pemerintah Biden meninjau ulang pengiriman senjata yang mungkin Israel gunakan untuk invasi ke Rafah. Kota paling selatan Jalur Gaza yang menampung lebih dari 1 juta pengungsi Gaza.

Baca Juga

Washington mendesak pemerintah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk tidak menginvasi Rafah tanpa rencana untuk melindungi warga sipil. Para staf Kongres memperkirakan nilai bom yang ditangguhkan sekitar "puluhan juta" dolar AS.

Pada Kamis (9/5/2024) salah satu pejabat Komite Hubungan Luar Negeri Senat AS, Jim Risch mengatakan berbagai peralatan militer akan dikirimkan ke Israel, termasuk amunisi serangan langsung gabungan (JDAMS) yang dapat mengonversi bom biasa menjadi bom presisi serta peluru tank, mortir, dan kendaraan tempur taktis.

Risch mengatakan amunisi itu tidak disalurkan melalui proses persetujuan secepat yang seharusnya. Ia mencatat beberapa diantaranya sudah dikerjakan sejak Desember, sementara bantuan untuk Israel biasanya dikirimkan melalui proses peninjauan dalam hitungan pekan.

Pejabat pemerintah Biden mengatakan mereka meninjau penjualan senjata tambahan. Dalam wawancara dengan CNN, Rabu (8/5/2024) lalu Biden mengatakan AS akan berhenti memasok senjata bila pasukan Israel menggelar invasi besar ke Rafah.

Kementerian Kesehatan Gaza mengatakan serangan Israel sejak Oktober lalu sudah menewaskan sekitar 35 ribu orang Palestina.

Terpisah anggota Komite Hubungan Luar Negeri House of Representative AS Gregory Meeks menahan paket pengiriman senjata senilai 18 miliar dolar AS untuk Israel. Termasuk lusinan pesawat Boeing F-15 sementara ia menunggu informasi dari Israel untuk apa senjata-senjata digunakan itu.

Dukungan Biden pada Israel selama perang Gaza yang sudah berlangsung selama tujuh bulan menjadi beban politiknya dalam kampanye pemilihan presiden terutama bagi pemilih muda. Hal ini memicu gelombang protes dalam pemilihan primer Partai Demokrat dan mendorong unjuk rasa pro-Palestina di universitas-universitas di Amerika.

Tidak satupun dari....

 

 

sumber : Reuters
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement