Selasa 14 May 2024 13:20 WIB

PBB: Puluhan Ribu Korban Jiwa di Gaza Belum Teridentifikasi

Terdapat 10 ribu jenazah yang masih belum sepenuhnya teridentifikasi.

Rep: Lintar Satria/ Red: Setyanavidita livicansera
Pengungsi Palestina pergi dengan membawa barang-barang mereka menyusul perintah evakuasi yang dikeluarkan oleh tentara Israel, di Rafah, Jalur Gaza selatan, 10 Mei 2024.
Foto: EPA-EFE/MOHAMMED SABER
Pengungsi Palestina pergi dengan membawa barang-barang mereka menyusul perintah evakuasi yang dikeluarkan oleh tentara Israel, di Rafah, Jalur Gaza selatan, 10 Mei 2024.

REPUBLIKA.CO.ID, GAZA -- PBB mengatakan total korban jiwa dalam serangan Israel di Gaza lebih dari 35 ribu orang. Namun Kementerian Kesehatan Gaza memperbaharui rincian korban jiwa itu. Hal ini disampaikan setelah Israel mempertanyakan perubahan angka korban tewas.

Juru bicara PBB Farhan Haq mengatakan, angka yang kerap dikutip PBB dalam melaporkan perang Israel di Gaza, kini mencerminkan rincian 24.686 orang yang sepenuhnya diidentifikasi."Terdapat 10 ribu jenazah yang masih belum sepenuhnya teridentifikasi, dan maka detail ini yang mana sebagian anak-anak, sebagian perempuan, akan ditetapkan kembali setelah proses identifikasi sepenuhnya selesai," kata Haq di New York, Senin (13/5/2024).

Baca Juga

Pekan lalu, Israel mempertanyakan mengapa angka jumlah korban tewas perempuan dan anak-anak tiba-tiba berubah. Haq mengatakan angka itu untuk jenazah yang sudah teridentifikasi 7.797 anak-anak, 4,959 perempuan, 1.924 orang lanjut usia dan 10.006 pria. "Kementerian Kesehatan mengatakan proses dokumentasi untuk mengidentifikasi secara lengkap rincian korban sedang berlangsung,” kata Haq.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Israel Oren Marmorstein menuduh Hamas memanipulasi angka-angka tersebut. "Angka tersebut tidak akurat dan tidak mencerminkan kenyataan di lapangan," katanya dalam unggahan di media sosial. “Menirukan pesan-pesan propaganda Hamas tanpa menggunakan proses verifikasi apa pun telah berulang kali terbukti cacat secara metodologis dan tidak profesional,” tambah Marmorstein.

Haq mengatakan PBB belum dapat memverifikasi secara independen angka yang diberikan Kementerian Kesehatan Gaza. Sebab perang masih berlangsung dan banyaknya korban jiwa. "Sayangnya kami memiliki pengalaman sedih  berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan mengenai angka korban jiwa setiap beberapa tahun untuk korban jiwa massal peristiwa-peristiwa di Gaza dan angka-angka mereka sebelumnya terbukti akurat," kata Haq.

Juru bicara Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Margaret Harris mengatakan lembaganya sudah lama bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan Gaza. WHO dapat memastikan Kementerian Kesehatan Gaza memiliki kapasitas yang bagus dalam mengumpulkan dan menganalisa data.

"Dan laporan-laporannya sebelumnya dianggap kredibel, angka sebenarnya dapat lebih tinggi," kata Harris. 

sumber : Reuters
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement