Selasa 21 May 2024 08:13 WIB

Bela Israel, Presiden AS Biden: Apa yang Terjadi di Gaza Bukanlah Genosida

AS menolak perintah penangkapan terhadap Benjamin Netanyahu.

Karam Harara , bocah berusia dua tahun jadi korban serangan udara Israel di,  Deir al Balah, Gaza, Ahad (19/5/2024).
Foto: AP Photo/Ismael Abu Dayyah
Karam Harara , bocah berusia dua tahun jadi korban serangan udara Israel di, Deir al Balah, Gaza, Ahad (19/5/2024).

REPUBLIKA.CO.ID,  GAZA --  Amerika Serikat tak henti-hentinya membela Israel kendati otoritas Zionis tersebut telah melakukan kejahatan terhadap bangsa Palestina. 

Presiden AS Joe Biden bahkan menilai bahwa apa yang terjadai di Palestina, termasuk di Gaza, bukanlah genosida. Hal itu jelas bertolak belakang dengan keputusan Pengadilan Kejahatan Internasional (ICC). 

Baca Juga

"Biar saya perjelas, kami menolak perintah penangkapan yang disampaikan oleh ICC, tidak bisa disamakan antara Israel dan Hamas," ujar Biden. 

"Bertolak belakang dengan tuduhan terhadap Israel yang disampaikan oleh ICC, apa yang terjadi (di Gaza) bukanlah genosida. Kami menolak itu," katanya menambahkan. 

Biden menyampaikan pidatonya tersebut di hadapan pemimpin komunitas Yahudi di AS, Senin (20/5/2024). Mereka berkumpul dalam acara Jewish American Heritage Month. 

Biden menegaskan bahwa Israel akan mendapatkan segala yang dibutuhkan untuk mempertahankan diri melawan Hamas dan semua musuh.  "Kami mendukung Israel untuk memusnahkan Yahya Sinwar dan para penjagal Hamas lainnya," kata Biden. 

"Kami ingin Hamas dikalahkan dan kami akan bekerja sama dengan Israel untuk mewujudkan itu." 

Lebih dari 35 ribu warga Palestina dalam serangan Israel yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir. Serangan brutal itu disebut sebagai balasan atas operasi militer Hamas. Israel kini bergerak maju ke Raffah dan membuat ratusan ribu bangsa Palestina mengungsi.  

Perintah penangkapan Netanyahu

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement