Rabu 29 Jun 2016 14:17 WIB

PM Turki: Ada Indikasi ISIS di Balik Pengeboman

Rep: Gita Amanda/ Red: Didi Purwadi
Binali Yildirim
Foto: EPA
Binali Yildirim

REPUBLIKA.CO.ID, ISTANBUL -- Belum ada pihak yang bertanggung jawan atas insiden pengeboman di Bandara Ataturk, Istanbul, Turki, Selasa (28/6). Namun Perdana Menteri Turki, Binali Yildirim, mengatakan ada indikasi kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) melakukan pengeboman tersebut.

Dilansir Aljazirah pada Rabu (29/6), para penyerang melepaskan tembakan pada penjaga bandara di pintu masuk terminal. Baku Tembak kemudian pecah sebelum pengebom bunuh diri satu per satu meledakkan diri pada pukul 22.00 waktu setempat.

Rekaman kamera keamanan menangkap dua ledakan. Salah satunya menunjukkan bola api besar meletus di pintu masuk ke gedung terminal. Sementara para penumpang berlarian ketakutan.

Video lain menunjukkan penyerang berpakaian hitam berjalan di dalam gedung sebelum ambruk ke tanah, tampaknya di tembak peluru polisi. Kemudian pria berbaju hitam itu meledakkan diri.

Seorang saksi mengatakan kepada Reuters, salah satu penyerang menembak secara acak saat berjalan melewati gedung terminal sesaat sebelum ledakan ketiga.

Gubernur Istanbul, Vasip Sahin, mengatakan sedikitnya tiga pembom bunuh diri terlibat dalam serangan di Bandara Ataturk pada Selasa malam. Setidaknya 36 orang tewas dan hampir 150 lainnya luka-luka setelah ledakan.

Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, menyerukan perang bersama melawan teror setelah serangan. "Jelas serangan ini tak ditujukan untuk hasil apapun, tapi hanya propaganda melawan negara kita dengan menggunakan darah dan rasa sakit dari orang yang tak bersalah," katanya.

Serangkaian pengeboman terjadi di seluruh Turki selama setahun terakhir. Beberapa dilakukan oleh ISIS dan lainnya diklaim oleh pemberontak Kurdi.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement